Aktivis Takalar Tantang Kapolres Berantas Aksi Pembusuran, Warga Makin Resah Keluar Malam Hari

Avatar of IAN
Busur di Takalar 20260611 112623 0000 l Update Sulsel

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID– Maraknya aksi pembusuran yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Takalar dalam beberapa waktu terakhir memicu keresahan masyarakat.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari aktivis Takalar, Abdul Salam, yang mendesak aparat kepolisian bertindak lebih tegas dalam memberantas kejahatan jalanan yang dinilai semakin meresahkan warga.

Menurut Abdul Salam, aksi pembusuran yang kerap terjadi pada malam hari telah menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. Warga yang melintas di jalan raya, terutama pada malam hari, kini dihantui kekhawatiran menjadi korban serangan oleh orang tak dikenal.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya imbauan untuk berhati-hati, tetapi tindakan nyata berupa penangkapan pelaku dan jaminan keamanan bagi warga yang beraktivitas pada malam hari,” tegas Salam saat menyampaikan pandangannya terkait situasi keamanan di Takalar.

Ia mempertanyakan efektivitas langkah-langkah yang telah dilakukan aparat kepolisian dalam mencegah aksi pembusuran yang berulang. Menurutnya, jika kejadian serupa terus terjadi tanpa pengungkapan kasus yang jelas, maka publik akan semakin mempertanyakan kemampuan aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Salam menilai kehadiran negara harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui langkah konkret dalam menjaga keamanan. Ia meminta jajaran Polres Takalar meningkatkan patroli malam, memperkuat pemetaan wilayah rawan kriminalitas, menggelar operasi cipta kondisi secara berkala, serta menindak tegas kelompok-kelompok yang diduga terlibat dalam aksi kriminal jalanan.

“Kami menantang Kapolres Takalar untuk membuktikan bahwa kepolisian mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Jangan sampai jalanan di Takalar dikuasai oleh pelaku kriminal yang setiap saat dapat mengancam keselamatan warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Salam mengaku menerima berbagai keluhan dari masyarakat yang kini merasa tidak nyaman bepergian pada malam hari. Menurutnya, meningkatnya rasa takut warga merupakan sinyal serius yang harus segera direspons oleh aparat penegak hukum.

“Ketika masyarakat mulai takut keluar rumah atau berkendara pada malam hari karena khawatir menjadi korban pembusuran, maka kondisi ini tidak boleh dianggap biasa. Aparat harus hadir memberikan perlindungan dan kepastian hukum,” katanya.

Sebagai bentuk kritik terhadap situasi yang terjadi, Salam menyebut sebagian masyarakat mulai menunjukkan ketidakpercayaan terhadap kemampuan aparat dalam memberantas aksi pembusuran apabila kasus-kasus tersebut terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk mencari sensasi, melainkan sebagai bentuk dorongan agar aparat bekerja lebih maksimal dalam mengungkap pelaku dan memulihkan rasa aman masyarakat.

“Kami menyuarakan keresahan warga. Tangkap pelakunya, ungkap jaringannya, dan tunjukkan bahwa Takalar tidak tunduk pada aksi premanisme jalanan. Masyarakat menunggu hasil kerja nyata,” tutupnya.

Meningkatnya kasus pembusuran menjadi tantangan serius bagi aparat keamanan di Kabupaten Takalar. Masyarakat berharap adanya langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan guna menciptakan situasi yang aman sehingga warga dapat kembali beraktivitas tanpa rasa khawatir.(*)