Ratusann warga Laikang tolak kawasan industri, Sejumlah masyarakat mengaku khawatir pembangunan kawasan industri akan berdampak pada lahan pertanian, lingkungan
TAKALAR, UPDATESULSEL.ID — Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan kawasan industri di Desa Laikang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, memanas.
Ratusan warga mendatangi Kantor Desa Laikang dan melakukan aksi penyegelan sebagai bentuk protes terhadap rencana proyek tersebut.
Aksi warga berlangsung tegang sejak pagi. Massa yang didominasi warga setempat menutup akses masuk Kantor Desa Laikang sebagai bentuk kekecewaan terhadap polemik pembangunan kawasan industri yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.
Kepala Desa Laikang, Nur Salim Dg Lingka, membenarkan adanya aksi penyegelan kantor desa oleh warga. Ia menyebut aksi tersebut dipicu ketegangan setelah dirinya diminta menandatangani dokumen penolakan pembangunan kawasan industri di wilayah Laikang.
“Benar, kantor desa disegel oleh warga. Mereka kecewa karena persoalan kawasan industri ini semakin memanas. Saya juga diminta menandatangani surat penolakan pembangunan kawasan industri,” ujarnya.Selasa (28/04/2026).
Penolakan warga bukan tanpa alasan. Sejumlah masyarakat mengaku khawatir pembangunan kawasan industri akan berdampak pada lahan pertanian, lingkungan, serta keberlangsungan hidup warga yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari sektor pesisir dan pertanian.
Warga menilai pembangunan kawasan industri berpotensi mengubah wajah Desa Laikang secara besar-besaran tanpa adanya jaminan perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat lokal. Kekhawatiran itu memicu gelombang protes yang kini terus meluas.
Usai menyegel kantor desa, ratusan warga dikabarkan akan melanjutkan aksi unjuk rasa ke Gedung DPRD Takalar pada hari ini. Mereka berencana menyuarakan penolakan secara langsung kepada para wakil rakyat agar aspirasi masyarakat Laikang segera mendapat perhatian serius.
Sehingga aksi penolakan ini menjadi sorotan publik dan diperkirakan akan terus berkembang seiring menguatnya gelombang protes warga terhadap rencana pembangunan kawasan industri di Laikang.(*)







