TAKALAR, UPDATSULSEL.ID – Ketua Lembaga Pemantau Kesehatan Lingkungan (LPKL) Sulsel, Yusril Indriawan menyoroti proyek bantuan pembangunan ratusan kamar Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) tersebar di lima Desa di Kabupaten Takalar.
Yusril Indriawan menyebutkan berdasarkan temuannya di lapangan, pengadaan septic tank pada bantuan ratusan MCK tersebut ditengarai dipihak ketigakan. Bahkan, orinisnya lagi harga septic tank-nya pun diduga di mark-up.
“Indikasinya KSM diarahkan belanja saptic tank di satu suplayer untuk kebutuhan MCK ini dengan harga Rp 4,4 juta per MCK, namun setelah kami cek harga septic tank yang mereka gunakan itu harganya hanya dikisaran Rp 2 jutaan,” kata Yusril Indriawan, Selasa (28/4/2026).
Ia mengungkapkan selisih harga Rp 2,4
juta dari pengadaan septic tank yang dibelanjakan para KSM untuk bantuan pembangunan proyek MCK tersebut berpotensi merugikan keuangan negara.
“Saya kira ini pintu masuk Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melidik ratusan bantuan proyek MCK tersebut, karena dalam pekerjaannya ada perbuatan yang diduga melawan hukum,” jelasnya.
Adapun sejumlah Desa yang diduga menerima manfaat bantuan MCK tersebut di antaranya, Desa Punaga (dengan pagu anggaran kurang lebih Rp 600 jutaan), Desa Laikang (pagu anggaran kurang lebih Rp 600 jutaan.
Selanjutnya, Desa Tamalate (pagu anggaran kurang lebih Rp 400 jutan, Desa Barugaya (pagu anggaran kurang lebih Rp 600 jutaan), Desa Boddia (pagu anggaran kurang Rp 600 jutaan).
Kepala Dinas PUPR Takalar Budiarosal yang berusaha dihubungi belum berhasil.(*)









