“Kisah miris Daeng Bakri, pria sebatang kara yang hidup di gubuk reyot pedalaman Gowa. Hingga kini, kondisinya belum pernah tersentuh bantuan pemerintah daerah”
GOWA, UPDATESULSEL.ID – Kisah pilu datang dari pelosok Kabupaten Gowa, tepatnya di Kampung Bongkialla, Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu. Seorang pria lanjut usia bernama Daeng Bakri (sekitar 60 tahun) harus menjalani hidup sebatang kara dalam kondisi serba kekurangan, jauh dari perhatian pemerintah.
Di tengah perkebunan yang terpencil dan berjarak dari permukiman warga, Daeng Bakri tinggal di sebuah gubuk kecil yang kondisinya sangat memprihatinkan. Dindingnya berlubang di sana-sini, atapnya rusak, dan nyaris tidak layak huni.
Saat ditemui, Daeng Bakri mengungkapkan bahwa dirinya hampir tidak pernah merasakan bantuan sosial dari pemerintah. Ia mengaku hanya sekali menerima bantuan beras, itupun pada masa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.
“Saya tidak pernah dapat bantuan uang seperti BLT. Dulu pernah dapat beras, tapi cuma sekali waktu COVID-19. Setelah itu tidak pernah lagi,” ujarnya dengan suara lirih.
Untuk bertahan hidup, Daeng Bakri mengandalkan belas kasih warga sekitar. Ia kerap membantu pekerjaan kebun milik warga jika ada yang memanggil, meskipun tidak menentu.
“Saya makan dari pemberian warga. Kadang sehari cuma makan sekali, kadang juga tidak makan sama sekali,” tambahnya dengan raut wajah lemah.
Salah seorang warga setempat, Syahrir Daeng Lili, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan Daeng Bakri sudah lama tinggal sendirian di kawasan kebun dan belum pernah tersentuh bantuan tunai dari pemerintah.
“Memang beliau sudah lama tinggal di sana dan hidup dari bantuan warga. Setahu saya belum pernah ada bantuan uang yang diterima, dan belum pernah juga ada pihak desa datang langsung membantu,” ungkapnya.
Kondisi ini pun menuai keprihatinan dari kalangan pemuda. Tokoh pemuda Gowa, Syahruddin, menyayangkan masih adanya warga yang luput dari perhatian, meskipun berbagai program bantuan telah digulirkan pemerintah.
“Ini sangat disayangkan. Di Gowa sudah ada tim khusus untuk mendata warga kurang mampu, tapi faktanya masih ada yang belum tersentuh. Pemerintah harus hadir langsung, jangan hanya terlihat aktif di media,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Gowa, dapat segera mengambil langkah konkret untuk membantu warga yang hidup dalam kondisi ekstrem seperti Daeng Bakri.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah, agar warga seperti Daeng Bakri bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” tutupnya. (*)








