Setahun Daeng Manye–Hengky Yasin Pimpin Takalar, PDRB Per Kapita Tembus Rp44,81 Juta

IMG 20260227 192428

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID– Genap satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, duet Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye dan Wakil Bupati Hengky Yasin mencatat sejumlah capaian ekonomi yang menunjukkan tren menguat.

Indikator makro terbaru memperlihatkan lonjakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data perkembangan ekonomi daerah, PDRB per kapita Takalar pada 2021 berada di angka Rp36,58 juta. Nilai tersebut meningkat menjadi Rp39,73 juta pada 2022 dan kembali naik ke Rp41,14 juta pada 2023. Tren positif berlanjut pada 2024 yang mencapai Rp42,36 juta.

Memasuki 2025, PDRB per kapita diproyeksikan menyentuh Rp44,81 juta atau bertambah Rp2,45 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan dari 2024 ke 2025 tercatat sebagai lonjakan terbesar dalam kurun lima tahun terakhir.

Peningkatan ini dinilai mencerminkan membaiknya produktivitas serta daya beli masyarakat. Struktur ekonomi daerah pun terlihat semakin stabil, dengan fondasi pertumbuhan yang lebih terjaga dibanding periode sebelumnya.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, grafiknya juga menunjukkan pergerakan positif. Pada 2022, laju pertumbuhan ekonomi Takalar berada di angka 4,64 persen. Sempat melambat ke 3,86 persen pada 2023, ekonomi daerah kembali menguat pada 2024 dengan capaian 4,34 persen.

Untuk 2025, pertumbuhan diproyeksikan mencapai 4,71 persen—menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Penguatan ini didorong bangkitnya sektor pertanian, perdagangan, dan jasa yang kembali menggeliat.

Sektor pertanian menjadi motor utama. Produksi padi meningkat dari 115,61 ribu ton Gabah Kering Giling pada 2024 menjadi 137,01 ribu ton pada 2025 atau melonjak 18,52 persen. Kenaikan produksi tersebut memperkokoh ekonomi pedesaan sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.

Sementara itu, pengeluaran riil per kapita masyarakat juga mengalami kenaikan dari Rp11,67 juta pada 2024 menjadi Rp12,01 juta pada 2025. Peningkatan ini menjadi indikator menguatnya konsumsi rumah tangga yang berperan besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi lokal.

kepemimpinan Daeng Manye–Hengky Yasin, sejumlah indikator menunjukkan arah pertumbuhan yang semakin solid. Meski tantangan fiskal dan dinamika ekonomi nasional masih menjadi faktor eksternal yang perlu diantisipasi, tren capaian tersebut menghadirkan optimisme baru bagi masa depan perekonomian Takalar.(Saifuddin)