Hukum  

Kejari Diminta Usut Pengadaan Tong Sampah Yang Diduga Libatkan Kolega Bupati Takalar

IMG 20260226 WA0121

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID – Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan diri Komite Aktivis Mahasiswa Indipenden Sulsel (Kamis) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar, terkait pengadaan tong sampah. Kamis (26/2/2026).

Para mahasiswa itu mendesak Kejari Takalar agar segera melidik proyek pengadaan 2300 tong sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Takalar yang diduga mark-up anggaran.

Bahkan pendemo yang dipimpin jenderal lapangan aksi, Abdul Salam menuding keluarga dekat Bupati Takalar diduga terlibat dengan proyek yang dibayai anggaran pendapatan dan belanja daerah tersebut.

“Periksa semua yang terlibat khususnya keluarga dekat Bupati Takalar, karena proyek pengadaan tong sampah ini indikasinya kuat di mark-up anggarannya,” kata Abdul Salam.

Ia menambahkan, jika tuntutannya tidak dipenuhi, maka pihaknya akan menurunkan massa lebih banyak lagi untuk menggelar aksi susulan di depan kantor Kejari Takalar.

“Kasus dugaan mark-up anggaran pada pengadaan ribuan tong sampah di DHLP ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya, bila tidak maka kami akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi,” pungkas Abdul Salam.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran publik. Menurutnya, dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan sarana kebersihan tersebut harus diusut tuntas hingga ke akar persoalan.

Mahasiswa mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

“Jika tidak ada langkah konkret dari Kejari, kami akan turun dengan massa yang lebih banyak untuk memastikan kasus ini benar-benar diproses,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejari Takalar maupun DLHP Takalar terkait tuntutan mahasiswa tersebut.(Adsup)