Kapolda Sulsel Ikuti Peresmian Nasional SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri dari Bantaeng

IMG 20260214 WA0095

BANTAENG,UPDATESULSEL.ID– Komitmen memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus diperkuat. Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, mengikuti secara virtual peresmian dan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan nasional tersebut dipusatkan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta Barat, dan diikuti serentak oleh seluruh jajaran Polda se-Indonesia melalui konferensi daring. Dari Sulawesi Selatan, Kapolda mengikuti rangkaian acara di Gudang Ketahanan Pangan Polres Bantaeng.

Acara ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Dalam kesempatan tersebut, Presiden berdialog secara interaktif dengan sejumlah Kapolda di berbagai daerah sebagai bentuk penguatan sinergi dalam mendukung program strategis nasional.

Kapolri menjelaskan, program SPPG Polri dirancang untuk mendorong peningkatan status gizi anak, mencegah kasus kekurangan gizi, serta memperkuat kualitas hidup masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat dan produktif.

Di Sulsel, kegiatan daring turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulsel dari Gudang Ketahanan Pangan Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng.

Secara nasional, peluncuran 1.179 unit SPPG dan peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri menjadi langkah konkret memperkuat stabilitas produksi serta distribusi bahan pangan pokok di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan mampu menjadi penopang ketahanan pangan, terutama dalam menghadapi tantangan fluktuasi pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Kapolda Sulsel menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut sebagai wujud komitmen Polda Sulsel dalam menyukseskan kebijakan pemerintah. Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program pemenuhan gizi dan ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan sinergi pemerintah pusat, Polri, dan pemerintah daerah, penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi diharapkan tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi konkret demi kesejahteraan rakyat.(Saifuddin Gassing).