Siswa SMKN 4 Gowa Wakili Kabupaten Gowa di PEFSI 2026 Lewat Pidato Bertema Budaya Bugis-Makassar

GOWA, UPDATESULSEL.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar Kabupaten Gowa. Muh Syahrul Ramadani, siswa SMK Negeri 4 Gowa, akan mewakili Kabupaten Gowa pada ajang Polsri English Festival (PEFSI) 2026 dalam kategori English Speech Competition atau Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat nasional.

PEFSI 2026 merupakan festival bahasa Inggris bergengsi yang mempertemukan siswa SMA dari seluruh Indonesia serta mahasiswa dari berbagai negara. Selain menjadi kompetisi, ajang ini juga menghadirkan International Student Conference on Public Speaking (ISCOPS) sebagai wadah pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, analisis, dan komunikasi dalam bahasa Inggris.

Syahrul mengungkapkan bahwa persiapannya menuju tingkat nasional bukanlah proses yang singkat. Selama satu tahun, ia menjalani latihan secara konsisten dan terus-menerus dengan bimbingan para guru di Pallangga English House (Rumah Inggris Pallangga).

“Saya berlatih terus-menerus selama satu tahun. Dukungan terbesar datang dari guru-guru kursus di Rumah Inggris Pallangga yang selalu membimbing saya,” ujarnya.

Dalam kompetisi ini, Syahrul mengangkat pidato berjudul “Sipakainga, Sipakalebbi, Sipakatau: The Bugis–Makassar Way of Building Trust.” Ia memilih tema tersebut sebagai bentuk kecintaannya terhadap budaya Bugis–Makassar sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur daerahnya kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

Menurutnya, tiga filosofi tersebut mengajarkan pentingnya saling mengingatkan (Sipakainga), saling menghormati (Sipakalebbi), dan saling memanusiakan (Sipakatau) sebagai fondasi membangun kepercayaan di tengah masyarakat yang beragam.

“Saya ingin memperkenalkan budaya solidaritas Bugis–Makassar kepada orang-orang luar. Pesan utama pidato saya adalah agar kita tetap saling mengingatkan, saling menghormati, dan saling menghargai,” katanya.

Meski menargetkan prestasi terbaik di tingkat nasional, Syahrul menegaskan bahwa pengalaman menjadi bagian dari PEFSI 2026 adalah pencapaian yang sangat berharga.

“Target saya tentu ingin meraih juara. Namun, yang paling penting adalah pengalaman dan kesempatan belajar bersama peserta dari berbagai daerah,” tuturnya.

Membawa nama SMK Negeri 4 Gowa dan Kabupaten Gowa menjadi motivasi tersendiri bagi Syahrul. Ia berharap langkahnya dapat menginspirasi teman-teman di sekolah untuk berani bermimpi dan berprestasi.

Menutup wawancara bersama awak media via daring, Syahrul menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna kepada para pelajar Indonesia:“Jangan mudah menyerah selagi impianmu belum tercapai.”

Dengan semangat budaya lokal dan kemampuan berbahasa Inggris yang terus diasah, Muh Syahrul Ramadani menjadi salah satu wajah muda Kabupaten Gowa yang siap membawa nilai-nilai Bugis–Makassar ke panggung nasional PEFSI 2026.