TAKALAR, UPDATESULSEL.ID— Suasana ramai Pasar Lengkese, Kecamatan Marbo, Kabupaten Takalar, Kamis pagi (2/4/2026), tak hanya dipenuhi aktivitas jual beli warga. Di tengah hiruk pikuk tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Takalar hadir membawa pesan penting tentang keselamatan berkendara melalui program “Polantas Menyapa Mappatabe”.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WITA ini dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Takalar, Ipda Nasrullah, bersama sejumlah personel. Mereka menyusuri area pasar, menyapa langsung para pedagang, pengunjung, hingga pengendara dengan pendekatan yang ramah dan santun.
Dalam interaksi tersebut, petugas tidak hanya memberikan imbauan tertib berlalu lintas, tetapi juga menyisipkan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Mengingat tingginya mobilitas di kawasan pasar, warga diingatkan untuk selalu waspada terhadap barang bawaan serta menjaga keamanan selama beraktivitas.
Khusus bagi pengendara, baik roda dua maupun roda empat, disiplin berlalu lintas menjadi penekanan utama. Pengguna sepeda motor diimbau untuk selalu mengenakan helm berstandar SNI dan memastikan kendaraan terkunci dengan aman saat diparkir guna mencegah potensi tindak kejahatan.
Program ini menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Takalar. Pendekatan humanis yang diusung dinilai efektif karena mampu membangun kedekatan dengan masyarakat, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Lengkese terpantau aman dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian pun disambut positif oleh masyarakat yang merasa terbantu dengan edukasi langsung di lapangan.
Kasat Lantas Polres Takalar, AKP Mulyadi, menegaskan bahwa program “Polantas Menyapa Mappatabe” akan terus digalakkan, khususnya di titik-titik dengan tingkat aktivitas tinggi seperti pasar tradisional.
Menurutnya, membangun budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari kesadaran individu yang kemudian tumbuh menjadi kebiasaan bersama.
“Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh pengguna jalan. Dengan kesadaran bersama, kita bisa menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Ia optimistis, melalui edukasi berkelanjutan dan pendekatan langsung kepada masyarakat, angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Takalar dapat terus ditekan.(*)







