Perkelahian Siswa SMAN 10 Tanakeke Picu Kekhawatiran Orang Tua, Isu Miras dan Sajam Mencuat

IMG 20260211 WA0112

TAKALAR, UPDATE SULSEL. ID– Insiden perkelahian antar siswa di SMAN 10 Tanakeke memicu keresahan orang tua dan masyarakat terkait keamanan lingkungan sekolah. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (9/2/2026) dan melibatkan siswa yang berasal dari dua desa berbeda.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keributan diduga bermula dari kesalahpahaman antar kelompok siswa dari Desa Tompo Tanah dan Desa Balang Datu. Seorang siswi yang mengaku menyaksikan kejadian itu menuturkan, sekelompok siswa sempat menanyakan keberadaan teman mereka di dalam kelas.

Karena tidak mendapat jawaban yang diinginkan, salah seorang siswa disebut langsung menjadi sasaran pemukulan dari arah belakang. Situasi pun memanas hingga berujung perkelahian antar kelompok.

Sejumlah warga menilai insiden tersebut mencerminkan perlunya pengawasan lebih ketat di lingkungan sekolah. Bahkan, sempat muncul dugaan adanya siswa yang membawa minuman keras (miras) dan senjata tajam (sajam), meski hal ini masih menjadi perdebatan.

“Kalau siswa masih berkelompok dan tidak terkontrol, dikhawatirkan kejadian serupa bisa terulang,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Kanit Reserse Polsek Mapsu, Basri, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Kami sudah memanggil pihak-pihak terkait. Termasuk dari pihak sekolah juga akan dimintai keterangan,” jelas Basri, Rabu (11/2/2026).

Sementara itu, Kepala SMAN 10 Tanakeke, Abbas, mengakui adanya perkelahian antar siswa, namun membantah keras isu bahwa siswa bebas membawa senjata tajam maupun minuman keras ke lingkungan sekolah.

“Kami mohon maaf atas kejadian tersebut. Memang benar ada siswa yang terlibat perkelahian, tetapi tudingan bahwa siswa bebas membawa sajam dan miras tidak benar. Selama ini tidak ada temuan seperti itu. Masalah ini sudah ditangani dan diselesaikan secara internal,” tegasnya.

Pihak sekolah diharapkan memperkuat pembinaan serta pengawasan agar lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa.(*)