TAKALAR, UPDATESULSEL.ID — Komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh jajaran pelayanan Haji di Kabupaten Takalar. Meski sebagian aktivitas pemerintahan masih menerapkan sistem Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA), layanan pendaftaran haji tetap berjalan normal dengan kehadiran staf di kantor.
Humas Pelayanan Haji dan Umrah Takalar, Syahruddin, menegaskan bahwa pelayanan langsung kepada masyarakat tidak boleh terhenti, terutama untuk layanan yang memang harus dilakukan secara tatap muka, seperti pendaftaran haji.
“Secara resmi, efektivitas kerja penuh di kantor dijadwalkan mulai 30 Maret 2026. Namun saat ini masih dalam skema WFH/WFA. Meski begitu, ada layanan yang tidak bisa dilakukan secara daring, sehingga kami tetap membuka pelayanan langsung di kantor,” ujarnya saat ditemui, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, selama tiga hari terakhir, sejak 25 hingga 27 Maret 2026, pihaknya tetap menjalankan sistem piket untuk memastikan masyarakat tetap terlayani. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat sebanyak delapan warga telah mendaftar haji.
“Rinciannya, hari pertama tiga orang, hari kedua tiga orang, dan hari ini dua orang. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan haji tetap tinggi, sehingga kami harus memastikan pelayanan berjalan normal,” jelasnya.
Syahruddin juga menegaskan bahwa kebijakan kerja fleksibel bukan menjadi alasan untuk menghentikan layanan publik. Justru, pihaknya memastikan seluruh proses pelayanan tetap optimal demi kenyamanan masyarakat.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima. Kebijakan WFH/WFA tidak mengurangi kualitas layanan. Masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan secara langsung dengan baik,” tegasnya.
Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat Takalar tetap merasa terbantu dan terlayani, khususnya dalam proses pendaftaran dan informasi terkait ibadah haji.(*)









