MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID – Duta Baca Pelajar Kabupaten Takalar periode 2023-2025, Muhammad Nur Rasul, menyambut positif hadirnya Mimbar Baca, sebuah ruang literasi yang diprakarsai oleh Firdaus, Founder Rumah Cerdas Bajeng dan Daeng Berdampak.
Muhammad Nur Rasul yang juga merupakan Founder Zona Inovasi dan Gerakan Literasi Digital (Zigid Indonesia) menilai, kehadiran Mimbar Baca menjadi langkah positif dalam memperluas ruang literasi bagi generasi muda.
Menurutnya, budaya literasi tidak semestinya hanya berhenti pada aktivitas membaca buku, tetapi perlu dilanjutkan dengan proses berpikir, berdiskusi, bertanya, serta melahirkan gagasan yang relevan dengan persoalan di tengah masyarakat.
“Saya mengapresiasi hadirnya Mimbar Baca. Ruang seperti ini penting karena literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi bagaimana seseorang mampu berpikir, bertanya, berdiskusi, dan kemudian melahirkan gagasan dari apa yang dibacanya,” ujar Muhammad Nur Rasul.
Ia menilai, generasi muda membutuhkan lebih banyak ruang yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan buku sekaligus bertukar perspektif secara terbuka.
Mimbar Baca sendiri mengusung semangat “Ruang untuk membaca, berpikir, dan bertanya.” Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun ekosistem literasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan minat baca, tetapi juga penguatan kemampuan berpikir kritis di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Sementara itu, Firdaus, selaku penggagas Mimbar Baca, mengatakan bahwa ruang tersebut dihadirkan sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Mimbar Baca hadir untuk membangun ruang publik yang mendorong masyarakat, khususnya anak muda, untuk membaca, berpikir kritis, berdiskusi, dan berani mempertanyakan berbagai persoalan yang terjadi di sekitar kita,” ujar Firdaus
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan memahami informasi, tetapi juga keberanian untuk mengolah informasi, melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, serta membangun percakapan yang sehat di ruang publik.
Muhammad Nur Rasul berharap Mimbar Baca dapat terus berkembang dan menjadi ruang yang inklusif bagi pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, maupun masyarakat umum.
Ia juga mendorong agar gerakan literasi tidak hanya berlangsung di lingkungan pendidikan formal, tetapi hadir di berbagai ruang publik dan komunitas sehingga semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.
“Semoga Mimbar Baca bisa menjadi ruang bertumbuh bagi banyak anak muda. Dari sebuah buku bisa lahir pertanyaan, dari pertanyaan bisa lahir diskusi, dan dari diskusi dapat lahir gagasan yang memberi dampak bagi masyarakat,” tutup Founder Zigid Indonesia






