Daerah  

LAKASI BIG FAMILY Resmi Hadir, Wadah Empati dan Penguat Silaturrahim Keluarga Besar

IMG 20260129 WA00631

MAKASSAR, UPDATE SULSEL. ID— Semangat kebersamaan dan kepedulian melahirkan sebuah wadah keluarga bernama LAKASI BIG FAMILY (LBF). Komunitas keluarga besar Haji Lakasi ini resmi hadir sebagai ruang untuk merawat empati, mempererat hubungan kekeluargaan, serta menumbuhkan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

LBF diprakarsai oleh Hj. Nurlina Hudson, sosok yang dikenal hangat, bersahaja, dan memiliki perhatian besar terhadap nilai kemanusiaan. Gagasan ini muncul dari kesadaran bahwa hubungan keluarga tidak cukup hanya diikat oleh garis keturunan, tetapi juga harus dijaga melalui rasa peduli dan kebersamaan yang nyata.

Salah satu anggota keluarga, Awaluddin Anwar, menyebut kehadiran LBF sebagai langkah positif untuk menyatukan kembali keluarga besar dalam satu semangat.

“Ini bukan sekadar perkumpulan, tetapi rumah bersama yang dibangun dari empati dan rasa saling memiliki,” ujarnya.

Di tengah kehidupan modern yang semakin sibuk dan cenderung individualistis, LBF ingin menjadi pengingat bahwa silaturrahim adalah fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Kebersamaan yang dirawat diyakini mampu memperkuat mental, emosional, dan spiritual anggota keluarga.

Hj. Nurlina Hudson menegaskan bahwa LBF dibentuk dengan niat tulus untuk menciptakan lingkungan keluarga yang terbuka dan saling mendukung.

“Silaturrahim bukan hanya tentang bertemu secara fisik, tetapi menjaga hati, rasa peduli, dan kebersamaan. LBF kami harapkan menjadi rumah besar untuk tumbuh bersama dalam kebaikan,” ungkapnya.

Ke depan, LAKASI BIG FAMILY berencana menggelar berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan. Program-program tersebut diarahkan bukan hanya untuk mempererat hubungan internal keluarga, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Dengan semangat persaudaraan, LBF ingin tumbuh sebagai keluarga besar yang solid dari dalam sekaligus bermanfaat bagi masyarakat luas. Nilai empati, kepedulian, dan silaturrahim diharapkan terus diwariskan sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan sosial yang lebih humanis dan berkeadaban.(Awaludin)