Heboh di Gowa! Spanduk Penolakan Bupati Muncul Jelang Kunjungan ke Bajeng Barat

Avatar of Admin UPDATESULSEL.ID
Kunjungan Bupati Gowa 20260626 095239 0000 l Update Sulsel

GOWA, UPDATESULSEL.ID – Warga Kabupaten Gowa dihebohkan dengan kemunculan sejumlah spanduk bernada penolakan terhadap kedatangan Bupati Gowa di Kecamatan Bajeng Barat, Kamis (25/6/2026).

Salah satu spanduk yang menjadi sorotan bertuliskan, “Kami Masyarakat Bajeng Barat Menolak Kedatangan Pelakor di Wilayah Kami.” Tulisan tersebut terpampang menggunakan cat semprot merah di atas kain putih dan sempat dibentangkan di gerbang masuk wilayah Dusun Bilasangi, Kampung Pa’lumbang, Desa Bontomanai.

5061 l Update Sulsel
Spanduk bertuliskan “Kami Masyarakat Bajeng Barat Menolak Kedatangan Pelakor di Wilayah Kami” terbentang di Dusun Bilasangi, Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Kamis (25/6/2026).

Aksi itu terekam dalam video berdurasi sekitar 34 detik yang kemudian beredar luas di media sosial dan grup percakapan warga. Dalam video tersebut tampak sejumlah warga membentangkan spanduk tanpa adanya aksi anarkis ataupun kericuhan.

Kemunculan spanduk bertepatan dengan agenda kunjungan Bupati Gowa dalam kegiatan Kementerian Agama (Kemenag) di Kecamatan Bajeng Barat, sehingga memicu perhatian publik.

Camat Bajeng Barat, Syamsu Rijal, membenarkan adanya pemasangan spanduk tersebut. Namun, ia menegaskan lokasi pemasangan berada cukup jauh dari titik kegiatan resmi yang dihadiri Bupati Gowa.

“Spanduk itu dipasang di gerbang masuk sekitar pukul 10.00 WITA sebelum Zuhur. Tidak lama kemudian langsung kami cabut,” ujarnya.

Ia juga memastikan Bupati Gowa tidak melihat spanduk tersebut karena lokasi pemasangannya berada cukup jauh dari tempat acara berlangsung.”Memang sempat terjadi sedikit ketegangan, tetapi situasi segera dikendalikan dan saat ini sudah kondusif,” tambahnya.

Hingga kini belum diketahui siapa pihak yang memasang spanduk maupun alasan di balik aksi penolakan tersebut. Aparat dan pihak terkait juga belum menyampaikan keterangan resmi mengenai identitas pelaku.

Peristiwa ini menambah perhatian publik terhadap dinamika politik dan pemerintahan di Kabupaten Gowa yang belakangan menjadi sorotan. Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Gowa belum memberikan pernyataan resmi terkait kemunculan spanduk yang viral di media sosial tersebut.