PANGKEP, UPDATESULSEL.ID — Di saat sebagian besar masyarakat masih terlelap, para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangkep telah memulai aktivitas mereka. Menyapu jalan, mengangkut sampah, membersihkan saluran air, hingga merawat taman kota menjadi rutinitas yang dijalankan setiap hari demi menjaga kebersihan dan keindahan daerah.
Di balik harapan masyarakat akan lingkungan yang bersih dan nyaman, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi DLH Pangkep. Kepala DLH Pangkep, Lukman Murtala, mengungkapkan bahwa keterbatasan armada pengangkut sampah, usia kendaraan operasional yang semakin tua, meningkatnya kebutuhan bahan bakar, luasnya wilayah pelayanan hingga kawasan kepulauan, serta keterbatasan jumlah personel menjadi tantangan yang dihadapi setiap hari.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat jajaran DLH Pangkep dalam menjalankan tugasnya.
“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tidak mencari alasan untuk berhenti bekerja. Kami memilih tetap hadir, tetap bertanggung jawab, dan tetap berkomitmen menjaga kebersihan serta keindahan Kabupaten Pangkep,” tegas Lukman Murtala.
Menurutnya, volume sampah di Kabupaten Pangkep terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas perdagangan, pembangunan, dan mobilitas ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, kesadaran sebagian warga terhadap pengelolaan sampah masih menjadi tantangan tersendiri.
Praktik membuang sampah sembarangan masih ditemukan di sejumlah titik, mulai dari pinggir jalan, saluran air, lahan kosong hingga kawasan pesisir. Akibatnya, petugas kebersihan kerap harus membersihkan lokasi yang sama berulang kali karena sampah kembali menumpuk beberapa jam setelah diangkut.
Kondisi tersebut menambah beban kerja petugas yang setiap hari harus bekerja di bawah terik matahari, hujan, debu jalanan, hingga menghadapi risiko kesehatan akibat paparan sampah. Meski begitu, pelayanan kebersihan tetap berjalan demi memastikan ruang publik, jalan utama, taman kota, dan fasilitas umum tetap bersih serta nyaman digunakan masyarakat.

DLH Pangkep menegaskan bahwa menjaga kebersihan daerah bukan hanya soal mengangkut sampah. Tugas tersebut mencakup berbagai pekerjaan mulai dari penyapuan jalan, pengumpulan dan pengangkutan sampah, pengelolaan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), pengawasan lingkungan, pemeliharaan ruang terbuka hijau, hingga edukasi kepada masyarakat.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, DLH Pangkep terus melakukan berbagai langkah perbaikan, seperti optimalisasi armada yang tersedia, pengaturan jadwal pengangkutan yang lebih efektif, peningkatan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, serta penguatan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Namun demikian, keberhasilan menjaga kebersihan daerah tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Partisipasi dan kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.DLH Pangkep mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan serta menjadikan budaya membuang sampah pada tempatnya sebagai kebiasaan sehari-hari.
“Kebersihan dan keindahan Kabupaten Pangkep adalah cerminan peradaban daerah. Di balik jalan yang bersih, taman yang terawat, dan lingkungan yang nyaman, terdapat dedikasi para petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu demi melayani masyarakat,” ujar Lukman.
Dengan komitmen yang terus dijaga, DLH Pangkep berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat semakin kuat sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan indah bagi seluruh warga Kabupaten Pangkep. Sebab pada akhirnya, kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.







