MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID — Hampir 70 orang peserta mengikuti Lomba Menulis dan Membaca Lontarak Bahasa Makassar yang diselenggarakan oleh Unhas Hotel & Convention dalam rangka menyambut Hari Kebudayaan dan Hari Jadi Sulawesi Selatan 2026.
Peserta berasal dari sejumlah daerah di kawasan Mamminasata, meliputi Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar. Keterlibatan peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan antusiasme dalam mempelajari sekaligus melestarikan aksara dan bahasa Makassar sebagai bagian dari warisan budaya Sulawesi Selatan.
Mengusung tema “Menulis Aksara, Mewariskan Budaya”, kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Program Studi Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin (Unhas), Yayasan Kebudayaan Aruna Ikatuo Indonesia, serta Himpunan Pelestari Bahasa Daerah (HPBD) Sulawesi Selatan.
Lomba ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan aksara Lontarak dan bahasa Makassar sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya lokal.
Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk kategori SD, peserta dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelas 1–3 dan kelas 4–6.
Sementara itu, kategori SMP mencakup kelas 7–9 dan kategori SMA mencakup kelas 10–12.Perlombaan berfokus pada dua keterampilan utama, yaitu menulis dan membaca Lontarak dalam bahasa Makassar.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperdalam pengenalan terhadap aksara tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Sulawesi Selatan.
Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan tiga orang juri, yakni Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., Pammuda, S.S., M.Si., dan Eka Yuniarsih, S.S. Ketiganya bertugas menilai kemampuan peserta dalam mengikuti perlombaan.
Penyelenggaraan lomba ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara sektor perhotelan, perguruan tinggi, dan organisasi kebudayaan dalam mendukung pelestarian bahasa serta aksara daerah.
Lontarak merupakan salah satu warisan literasi masyarakat Sulawesi Selatan yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan. Karena itu, pengenalan aksara ini kepada generasi muda menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi di tengah perkembangan zaman.


Melalui momentum Hari Kebudayaan dan Hari Jadi Sulawesi Selatan 2026, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, tentang pentingnya merawat identitas budaya daerah.
Dengan melibatkan hampir 70 peserta dari kawasan Mamminasata, Lomba Menulis dan Membaca Lontarak Bahasa Makassar tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi untuk mewariskan pengetahuan budaya kepada generasi penerus.







