TAKALAR, UPDATESULSEL.ID- Nama Irjen Pol. Dr. Awal Chairuddin kembali menjadi perhatian publik Sulawesi Selatan setelah dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolda Sulsel yang baru.
Jenderal polisi bintang dua tersebut menggantikan Irjen Pol. Djuhandahani Raharjo Puro. Pergantian jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Prosesi serah terima jabatan berlangsung di Gedung Ruppatama Mabes Polri pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Penunjukan Awal Chairuddin memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Takalar. Perwira tinggi Polri tersebut diketahui memiliki latar belakang keluarga yang berasal dari Takalar, Sulawesi Selatan.
Keluarga besarnya berdomisili di Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.
Di tengah kesibukannya sebagai perwira tinggi Polri, Awal Chairuddin juga disebut masih menyempatkan diri kembali ke kampung halaman untuk berziarah ke makam kedua orang tuanya yang berada di Lingkungan Bone-Bone, Kelurahan Maradekaya.
Ayahnya, almarhum Drs. H. Chairuddin Burhan, M.Si., Karaeng Lallo, dikenal pernah berkarier di lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Makassar.
Sementara ibunya, almarhumah Dra. Hj. Hatma Tamma, merupakan akademisi yang pernah mengabdi sebagai dosen di Universitas Hasanuddin.
Karier Awal Chairuddin di institusi Polri terbilang panjang. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu mengawali pengabdiannya sebagai perwira di Korps Brimob sebelum kemudian mendapat penugasan di sejumlah wilayah.
Ia pernah bertugas di Polda Jawa Barat pada bidang reserse dan kemudian melanjutkan pengalaman kedinasannya di Polda Metro Jaya.
Pengembangan kemampuan kepemimpinan juga menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Pada Desember 2008, Awal Chairuddin menyelesaikan pendidikan Sespimmen Polri.
Kariernya kemudian berkembang ke tingkat Mabes Polri. Pada April 2011, ia dipercaya menjabat Sekretaris Pribadi Wakapolri.
Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam berbagai tugas yang berkaitan dengan koordinasi, agenda pimpinan, komunikasi kelembagaan, serta kegiatan strategis di lingkungan Mabes Polri.
Pengalaman memimpin wilayah kemudian diperolehnya melalui sejumlah jabatan, antara lain Kapolres Subang dan Wakapolrestabes Bandung.
Ia juga pernah dipercaya menduduki posisi Kaden C Biro Paminal pada 2015, sebelum kemudian mendapat penugasan sebagai Kapolres Bekasi dan Kapolres Jakarta Utara.
Salah satu catatan penting dalam perjalanan karier Awal Chairuddin adalah ketika ia dipercaya menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada periode 2017–2019.
Sebagai ajudan, ia berada dalam lingkungan kerja Wakil Presiden dan mengikuti berbagai agenda pemerintahan, sekaligus memperoleh pengalaman dalam koordinasi lintas lembaga di tingkat nasional.
Selepas menjalankan tugas sebagai ajudan, karier Awal Chairuddin berlanjut di lingkungan pendidikan dan pemerintahan.
Ia tercatat pernah menjadi Widyaiswara Madya di Sespim Lemdiklat Polri serta mendapat penugasan di Sekretariat Militer Presiden sebagai bagian dari tim ahli wakil presiden.
Pada 2022, Awal kembali mendapat penugasan di Mabes Polri sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Pidana Bareskrim Polri.
Selain perjalanan panjang di kepolisian, Awal Chairuddin juga memiliki latar belakang akademik.
Ia menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Negeri Makassar dan meraih gelar doktor di bidang administrasi publik.
Kini, penunjukan dirinya sebagai Kapolda Sulsel membuat Awal Chairuddin kembali bertugas di daerah yang memiliki ikatan kuat dengan keluarganya.
Bagi masyarakat Takalar, hadirnya putra daerah di pucuk pimpinan Polda Sulsel menjadi perhatian tersendiri. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pengalaman panjang yang dimilikinya dapat diterapkan dalam menjaga keamanan, penegakan hukum, serta pelayanan masyarakat di Sulawesi Selatan.(*)







