MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan Beasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (BUMM) tahun akademik 2026/2027.
Tahun ini, Unismuh menyiapkan anggaran sekitar Rp5,9 miliar dengan total 2.117 kuota penerima. Menariknya, skema BUMM 2026 diperluas dengan menghadirkan jalur khusus mahasiswa difabel.
Seleksi calon penerima BUMM digelar di Balai Sidang Muktamar ke-47 Unismuh Makassar, Selasa, 22 September 2026. Kegiatan tersebut dibuka Pelaksana Harian Rektor sekaligus Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Dr H Andi Sukri Syamsuri, S.Pd., M.Hum.
Ketua Panitia Pelaksana BUMM 2026, Dr Muhammad Akhir, S.Pd., M.Pd., mengatakan terdapat empat jalur beasiswa yang dibuka tahun ini.
Keempatnya yakni Hafiz Al-Qur’an, Prestasi Akademik, Bibit Unggul Persyarikatan, dan Difabel
“Kalau tahun lalu hanya tiga jenis, tahun ini ditambah beasiswa untuk anak-anak kita yang difabel,” ujar Muhammad Akhir.
278 Peserta Ikuti Seleksi
Proses rekrutmen BUMM telah berlangsung sejak Mei 2026. Pendaftaran dibuka hingga Juli, kemudian dilanjutkan pemeriksaan berkas dan validasi pada Juli hingga Agustus.
Peserta yang dinyatakan lolos administrasi selanjutnya mengikuti tahapan wawancara yang melibatkan pimpinan universitas, fakultas, lembaga, dan unit terkait.
Dalam seleksi tersebut tercatat 83 peserta jalur Hafiz Al-Qur’an, 132 peserta Prestasi Akademik, 59 peserta Bibit Unggul Persyarikatan, serta tiga peserta jalur Difabel.
Secara keseluruhan, sebanyak 278 peserta mengikuti tahapan seleksi yang digelar pada hari tersebut.
Muhammad Akhir menegaskan, pilihan jalur yang dicantumkan peserta saat pendaftaran belum menjadi penentu kategori akhir beasiswa.
Tim seleksi akan melakukan penilaian kembali terhadap kemampuan dan kelayakan masing-masing peserta. Karena itu, kategori beasiswa yang diterima nantinya dapat berbeda dari pilihan awal saat pendaftaran.
Kouta 2.117 Penerima, Anggaran Rp5,9 Miliar
Sementara itu, Prof Andi Sukri Syamsuri menyebut Unismuh tetap mempertahankan BUMM sebagai salah satu instrumen untuk mendukung mahasiswa berprestasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Jika seluruh kuota dapat terpenuhi sesuai persyaratan, total nilai beasiswa yang dialokasikan tahun ini mencapai sekitar Rp5,9 miliar.
Rinciannya, 384 kuota Hafiz Al-Qur’an, 937 Prestasi Akademik, 531 Bibit Unggul Persyarikatan, dan 265 Difabel.
Namun, besarnya kuota tersebut tidak berarti seluruh pendaftar otomatis mendapatkan beasiswa.
“Kuota ada, tetapi Anda harus lulus seleksi. Hari inilah seleksinya. Jadi tidak berarti karena kuotanya tersedia, semua langsung dinyatakan lulus,” tegas Prof Andi.
Ia meminta proses seleksi dilakukan secara objektif dan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pada masing-masing jalur.
Prof Andi juga menekankan bahwa BUMM tidak boleh hanya dipandang sebagai bantuan pembiayaan pendidikan.
Menurutnya, beasiswa harus menjadi instrumen yang mendorong mahasiswa untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi selama menjalani pendidikan di Unismuh.
Karena itu, penerima BUMM nantinya akan didorong untuk mengikuti sistem pembinaan dan pemantauan secara berkala.
Perkembangan mahasiswa dapat dipantau melalui IPK, capaian hafalan Al-Qur’an, aktivitas kemahasiswaan, hingga keterlibatan dalam berbagai program pengembangan kompetensi.
“Ketika nanti dinyatakan lulus, jaga semangat itu. Penerima beasiswa ini harus bisa menjadi contoh,” pesannya.
Penerima BUMM juga diharapkan mengikuti kegiatan perkaderan Muhammadiyah dan program peningkatan kompetensi. Bahkan, mahasiswa dapat diarahkan mengikuti sertifikasi profesi ketika telah memenuhi ketentuan semester dan program yang tersedia.
Terbukanya Jalur Difabel
Pembukaan jalur Difabel menjadi salah satu perubahan penting dalam skema BUMM 2026.
Dengan adanya jalur tersebut, Unismuh memperluas cakupan akses beasiswa bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus.
Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen kampus terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi.
Selain itu, pelaksanaan BUMM 2026 dikaitkan dengan komitmen Unismuh terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.
Seleksi BUMM melibatkan pimpinan universitas, wakil dekan, pimpinan lembaga, serta tim penguji sesuai bidang masing-masing.
Untuk jalur Hafiz Al-Qur’an, proses penilaian antara lain melibatkan tim dari Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Unismuh Makassar.
Melalui program tersebut, Unismuh tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan pendidikan, tetapi juga menargetkan agar para penerima BUMM berkembang menjadi mahasiswa yang berprestasi, berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu menjadi teladan di lingkungan kampus.







