Mahasiswa KKN-DIK Unismuh Makassar Bangun Pojok Baca di SDN 45 Barru, Dorong Minat Literasi Siswa

BARRU, UPDATESULSEL.ID — Upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKNDIK) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar).

Kordes KKNDIK Unismuh Makassar, Muh. Nur Qoyyum AT, bersama rekan-rekan mahasiswa KKNDIK menggagas pembuatan Pojok Baca di UPTD SD Negeri 45 Barru, Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.

Pojok baca tersebut dihadirkan sebagai ruang sederhana dan nyaman bagi siswa untuk membaca serta berinteraksi dengan berbagai bahan bacaan di lingkungan sekolah.

Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret mahasiswa KKN-DIK dalam mendukung peningkatan budaya membaca sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik bagi peserta didik.

Muh. Nur Qoyyum AT bersama teman-temannya melihat bahwa keberadaan ruang baca yang mudah diakses dapat memberikan stimulus kepada siswa untuk menjadikan aktivitas membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.

Selain menumbuhkan minat baca, Pojok Baca juga diarahkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan membaca, menulis, memahami teks, serta memperluas wawasan sebagai bekal dalam mengikuti proses pembelajaran di berbagai mata pelajaran.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN-DIK terhadap pengembangan literasi siswa. Kami berharap Pojok Baca ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan membuat siswa semakin tertarik untuk membaca,” ujar Muh. Nur Qoyyum AT.

Menurutnya, budaya literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan berpikir, memahami informasi, dan menyampaikan gagasan.

Kehadiran Pojok Baca di UPT SD Negeri 45 Barru pun diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pihak sekolah bersama para siswa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKNDIK Unismuh Makassar tidak hanya menjalankan program pengabdian di lingkungan sekolah, tetapi juga berupaya meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh peserta didik.