MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar semakin menjadi perhatian. Ratusan kendaraan terlihat mengular hingga ke badan jalan, memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah titik.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari DPD KNPI Kota Makassar. Organisasi kepemudaan itu mendesak Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan antrean BBM yang dinilai telah berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Sekretaris Bidang Pengembangan SDM dan Intelektual Muda DPD KNPI Kota Makassar, Nasruddin, meminta Pertamina tidak membiarkan masyarakat menghadapi persoalan antrean tersebut tanpa kepastian informasi maupun solusi.

“Pertamina jangan membiarkan masyarakat berhadapan sendiri dengan antrean. Kalau ratusan kendaraan sudah mengular sampai mengganggu lalu lintas, berarti ada persoalan yang harus segera diselesaikan,” kata Nasruddin.
Menurut Nasruddin, persoalan antrean BBM bukan hanya berkaitan dengan lamanya masyarakat menunggu. Penumpukan kendaraan di sekitar SPBU juga menimbulkan efek domino terhadap pengguna jalan, pekerja, pelaku usaha, hingga warga yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Karena itu, ia meminta Pertamina memastikan distribusi dan pelayanan BBM berjalan optimal, sekaligus mendorong pengelola SPBU melakukan pengaturan antrean secara lebih tertib untuk mencegah kemacetan semakin meluas.
“Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik dan informasi yang jelas. Jangan sampai warga menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM tanpa mengetahui apa persoalan sebenarnya,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, DPD KNPI Kota Makassar turut mengapresiasi perhatian Wali Kota Makassar terhadap persoalan antrean BBM dan kemacetan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Namun, Nasruddin menegaskan bahwa perhatian pemerintah harus segera diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.
“Kami mengapresiasi respons Wali Kota Makassar. Tetapi sekarang yang dibutuhkan adalah percepatan. Pemerintah kota perlu segera berkoordinasi dengan Pertamina dan seluruh pihak terkait agar antrean dan kemacetan ini tidak semakin meluas,” tegasnya.
Ia mendorong Pemkot Makassar mengambil langkah cepat untuk mengurai kepadatan lalu lintas, sementara Pertamina diminta menyelesaikan persoalan dari sisi distribusi, ketersediaan, dan pelayanan di SPBU.
Menurutnya, koordinasi antarlembaga tidak boleh berhenti pada rapat dan pembahasan administratif. Masyarakat membutuhkan solusi yang dapat dirasakan secara langsung.
“Kami ingin melihat tindakan nyata. Pertamina harus memperbaiki manajemennya, dan pemerintah harus mempercepat penanganan di lapangan. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang menanggung akibatnya,” kata Nasruddin.
DPD KNPI Kota Makassar, Nasruddin, akan terus mengawal persoalan antrean BBM tersebut dan mendorong pemerintah bersama Pertamina segera menemukan solusi yang efektif.
Ia menegaskan, kritik yang disampaikan KNPI bukan bertujuan memperkeruh situasi, melainkan sebagai bentuk perhatian terhadap pelayanan publik dan kepentingan masyarakat.
“Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas. Kritik ini bukan untuk memperkeruh keadaan, tetapi untuk memastikan persoalan segera diselesaikan dan pelayanan publik kembali berjalan sebagaimana mestinya,” tutup Nasruddin.







