Tingkatkan Kompetensi SDM, BPVP Bantaeng Gelar Pelatihan Smart Home di Kecamatan Binamu

JENEPONTO, UPDATESULSEL.ID — Upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital terus dilakukan. Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng menggelar Pelatihan Sistem Integrasi Bangunan Cerdas (Smart Home) di Aula Kantor Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Pelatihan yang berlangsung mulai 22 Agustus hingga 22 September 2026 tersebut diikuti sebanyak 16 peserta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan keterampilan masyarakat, khususnya dalam bidang teknologi instalasi dan sistem bangunan cerdas yang kini semakin berkembang.

Pembukaan pelatihan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Binamu dan dibuka langsung oleh Camat Binamu, Ir. Rizal HM., M.AP. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Camat Binamu, Andika, S.Sos., MM., serta Kepala UPT BLK Kabupaten Jeneponto, Adriana.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem integrasi bangunan cerdas atau smart home. Materi pelatihan diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk mengintegrasikan berbagai perangkat dalam sebuah bangunan sehingga dapat dikendalikan secara lebih efektif, efisien, aman, dan modern.

Perkembangan teknologi bangunan cerdas dinilai membuka peluang baru bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin membutuhkan tenaga terampil di bidang teknologi.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diharapkan memahami konsep smart home, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Kolaborasi antara BPVP Bantaeng, UPT BLK Kabupaten Jeneponto, dan Pemerintah Kecamatan Binamu juga menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Dukungan pemerintah kecamatan terhadap kegiatan tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama untuk menghadirkan program pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang, pelatihan diharapkan dapat berlangsung optimal hingga berakhir pada 22 September 2026. Para peserta diharapkan mampu membawa pulang keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas peluang kerja dan usaha.

Pelatihan smart home ini sekaligus menjadi gambaran bahwa transformasi digital tidak hanya berlangsung di kota-kota besar, tetapi mulai menyentuh masyarakat di tingkat kecamatan dan daerah.

Kiriman : Ikbal Nakku