Opini  

Fenomena Antrean SPBU di Sulsel, Kabid Advokasi DEMA FUF Dorong Evaluasi Sistem Distribusi dan Tata Kelola BBM

MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID – Antrean panjang kendaraan kembali terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Selatan. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat karena antrean kendaraan bahkan dilaporkan mengular hingga ke luar area SPBU dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Panjang antrean membuat pengendara, pelaku usaha, hingga masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada ketersediaan BBM harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar.

Situasi tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Jika ketersediaan stok BBM disebut masih aman, lalu apa yang menyebabkan antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU?

DEMA FUF Soroti Persoalan Distribusi BBM

Ketua Bidang Advokasi Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (DEMA FUF), Muh. Adrian Maulana, turut menyoroti kondisi tersebut.Menurutnya, pemerintah dan pihak Pertamina perlu memberikan penjelasan yang terbuka kepada masyarakat terkait kondisi pasokan dan distribusi BBM di Sulawesi Selatan.

“Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan sekadar pernyataan bahwa stok BBM aman. Distribusi harus tepat sasaran, pelayanan harus tertib, dan antrean panjang tidak boleh terus dianggap sebagai hal yang biasa,” tegas Adrian.

Sebelumnya, Pertamina menyampaikan bahwa stok dan distribusi BBM di Sulawesi Selatan masih tersedia. Meningkatnya permintaan, khususnya dari sektor logistik dan transportasi, disebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya antrean di sejumlah SPBU.

Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan BBM bersubsidi juga terus dilakukan guna mencegah terjadinya penyalahgunaan.

Namun, kondisi antrean panjang yang masih terjadi dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius. Pemerintah dan Pertamina dianggap perlu menjelaskan secara transparan bagaimana kondisi pasokan di lapangan, pola distribusi ke SPBU, hingga mekanisme pengawasan BBM bersubsidi.

Minta Pengawasan Diperketat

Adrian juga mendorong pemerintah daerah, Pertamina, serta aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM di Sulawesi Selatan.

Jika dalam proses distribusi ditemukan adanya penyalahgunaan, penyelewengan, atau pelanggaran aturan, menurutnya, harus ada tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Antrean panjang adalah tanda bahwa ada persoalan yang perlu segera diselesaikan. Pemerintah dan Pertamina harus memastikan BBM benar-benar tersedia dan dapat diakses masyarakat secara adil dan transparan,” ujarnya.

DEMA FUF Desak Langkah Cepat

DEMA FUF berharap pemerintah bersama Pertamina tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga segera mengambil langkah konkret untuk mengurai antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU.

Muh. Adrian Maulana meminta adanya evaluasi terhadap sistem distribusi serta peningkatan pengawasan agar masyarakat tidak terus menjadi pihak yang dirugikan.

“Kami berharap pemerintah bersama Pertamina segera melakukan langkah cepat dan memberikan solusi nyata untuk mengatasi antrean BBM yang panjang. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang tertib dan akses BBM yang adil,” tutupnya.

Kini publik menunggu langkah konkret pemerintah dan Pertamina. Sebab, di tengah aktivitas masyarakat yang sangat bergantung pada BBM, antrean panjang bukan sekadar persoalan waktu, tetapi juga menyangkut kelancaran ekonomi dan pelayanan publik.