MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) kembali memperkuat langkah internasionalisasinya melalui Makassar Academic and Cultural Heritage Activity (MACCA) #8.
Sebanyak 21 mahasiswa asing dari empat perguruan tinggi mitra di Asia mengikuti program yang memadukan pengalaman akademik dengan pengenalan budaya dan kehidupan sosial masyarakat Sulawesi Selatan.
Para mahasiswa tersebut berasal dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Universiti Sains Malaysia (USM), Thaksin University (TSU) Thailand, serta Seoul National University (SNU), Korea Selatan.Rangkaian MACCA #8 resmi ditutup pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Lantai 17 Gedung Rektorat Unismuh Makassar.
Program ini dirancang melalui skema pembelajaran daring dan luring. Selama berada di Makassar, para peserta tidak hanya mengikuti aktivitas akademik, tetapi juga berinteraksi langsung dengan sivitas akademika Unismuh dan mengenal kehidupan sosial, sejarah, serta kearifan lokal Sulawesi Selatan.
Budaya Bugis-Makassar menjadi salah satu bagian penting dalam pengalaman para mahasiswa asing tersebut. Mereka diajak melihat budaya lokal bukan sebatas sebagai objek wisata atau pengetahuan, tetapi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Interaksi dengan lingkungan kampus dan masyarakat memberikan ruang bagi peserta untuk memahami keberagaman Indonesia secara lebih dekat.
Perjumpaan Lintas Budaya
Kehadiran mahasiswa asing dalam MACCA #8 juga memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa Unismuh. Pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi lintas budaya, pertukaran gagasan, sekaligus memperkenalkan mahasiswa lokal pada perspektif akademik dan pengalaman sosial dari berbagai negara.
Internasionalisasi kampus pun tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama antarlembaga atau penandatanganan nota kesepahaman. Melalui program seperti MACCA, kerja sama tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman langsung antarmahasiswa di lingkungan akademik.
Delapan Angkatan
MACCA sendiri dikembangkan Unismuh sebagai program yang menggabungkan kegiatan akademik dengan pengenalan warisan budaya Makassar dan Sulawesi Selatan.
Hingga pelaksanaan MACCA #8, program tersebut telah melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi mitra internasional.
Pendekatan yang digunakan memungkinkan mahasiswa asing mengenal Indonesia melalui pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Di sisi lain, kehadiran peserta internasional juga menciptakan suasana pembelajaran yang semakin beragam di lingkungan Unismuh.
Dalam rangkaian MACCA #8 turut digelar FUNTASTIC MACCA, sebuah kompetisi yang diprakarsai Fakultas Teknik Unismuh Makassar dengan melibatkan peserta internasional dan juri asing.
Kegiatan tersebut direncanakan kembali pada April 2027 dengan melibatkan lebih banyak fakultas. Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara mahasiswa Unismuh dan mahasiswa perguruan tinggi mitra dari berbagai negara.
Ke depan, MACCA tidak hanya diarahkan sebagai program kunjungan dan pertukaran budaya. Jejaring yang terbentuk diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama akademik berkelanjutan, seperti mobilitas mahasiswa, riset bersama, publikasi, hingga berbagai program kolaboratif antarkampus.
Melalui MACCA, Unismuh menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak selalu harus dimulai dari ruang yang jauh.Dari Makassar, mahasiswa berbagai negara dipertemukan untuk belajar, bertukar pengalaman, sekaligus mengenal lebih dekat budaya Bugis-Makassar.








