Viral Video Dugaan Kekerasan di Takalar, Ayah Angkat Balita dan Tendang Warga yang Melerai

IMG 20260116 WA0017

TAKALAR, UPDATE SULSEL.ID — Media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindak kekerasan terhadap seorang perempuan dan anak balita di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Video tersebut memicu kemarahan warganet karena menampilkan aksi yang dinilai membahayakan keselamatan anak.

Peristiwa dalam video itu disebut terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, di kawasan Perumahan Istana Permai, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 detik, tampak seorang perempuan berinisial ZFS (30) tengah menggendong anaknya yang masih berusia sekitar dua tahun, saat terlibat adu mulut dengan mantan suaminya yang diduga sebagai pelaku.

Situasi semakin memanas ketika seorang perempuan lain berusaha melerai pertengkaran tersebut. Meski sempat menolak, korban akhirnya menyerahkan anaknya kepada terduga pelaku.

Namun, tindakan pelaku justru menuai kecaman setelah ia terlihat mengangkat balita tersebut ke udara dan mengarahkannya ke tubuh sang ibu, sehingga menimbulkan kepanikan warga sekitar.

Tak berhenti di situ, pelaku juga diduga menendang perempuan lain yang berupaya melerai, membuat suasana semakin ricuh dan berbahaya.

Kuasa hukum korban, Amanda Keisha, menegaskan bahwa video yang viral tersebut mengandung unsur kekerasan serius.

“Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, tampak dugaan seorang ayah kandung melakukan kekerasan terhadap anak dan mantan istrinya,” ujar Amanda, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, dalam rekaman tersebut terlihat jelas tindakan agresif yang berpotensi membahayakan korban.

“Terlihat menarik secara paksa, mengangkat tinggi, dan ada indikasi hendak membanting,” jelasnya.

Amanda juga menegaskan bahwa video yang beredar tidak menampilkan kronologi secara utuh. Oleh karena itu, pihaknya memilih menempuh jalur hukum agar kasus ini ditangani secara profesional dan objektif.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta, hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan kembali mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta penegakan hukum yang tegas terhadap segala bentuk kekerasan.(*)