PANGKEP, UPDATESULSEL.ID— Di tengah gencarnya berbagai program bantuan sosial dari pemerintah, potret memilukan justru masih ditemukan di pelosok daerah.
Amrullah, seorang pria lanjut usia berumur 86 tahun di Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menjalani hari tuanya dalam kondisi yang jauh dari kata layak.
Hasil penelusuran tim di lapangan mengungkap, Amrullah tinggal di sebuah gubuk kecil yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Bangunan tersebut nyaris tak pantas disebut rumah lebih menyerupai kandang, dengan dinding lapuk dan atap yang bocor di banyak titik.
Saat hujan turun, air dengan mudah masuk ke dalam, membuat tempat tinggalnya lembap dan berisiko bagi kesehatan, terutama di usia renta.
Kondisi hidup Amrullah kian memprihatinkan karena keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
Untuk bertahan hidup, ia hanya mengandalkan uluran tangan warga sekitar.
Tidak ada sumber penghasilan tetap, sementara kondisi fisiknya tak lagi memungkinkan untuk bekerja atau beraktivitas normal.
Warga setempat menyebut situasi ini sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak terkait.
Fakta tersebut memunculkan tanda tanya besar mengenai efektivitas program perlindungan sosial, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia.
Sejatinya, berbagai program seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan, hingga perlindungan khusus lansia telah digulirkan pemerintah.
Namun, kasus Amrullah mengindikasikan adanya kemungkinan celah dalam pendataan, distribusi, maupun pengawasan bantuan tersebut.
Selain itu, lemahnya koordinasi antar pihak mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga dinas sosial diduga turut menjadi faktor penyebab terabaikannya warga yang seharusnya menjadi prioritas.
Kisah Amrullah bukan sekadar potret kemiskinan, tetapi juga menjadi cermin ketimpangan dalam implementasi kebijakan sosial.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan individu, tetapi juga melukai rasa keadilan sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan verifikasi lapangan, memberikan bantuan darurat, serta memastikan Amrullah mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak.
Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan dan penyaluran bantuan juga menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terus terulang.
Di usia senja, setiap warga negara berhak hidup dengan layak dan bermartabat. Kisah Amrullah menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka program, masih ada manusia yang membutuhkan perhatian nyata.(*)







