Bupati Takalar Keluar Negeri Diduga Abaikan Instruksi Mendagri

Avatar of IAN
Bupati Takalar Keluar Negeri Diduga Abaikan Instruksi Mendagri

TAKALAR, UPDATSULSEL.ID-Bupati Takalar Mohammad Firdaus atau yang akrab disapa Daeng Manye dikabarkan melakukan kunjungan kerja keluar negeri.

Mantan pejabat tinggi PT Telkom Property Indonesia itu dikabarkan melakukan kerja di negara Tiongkok.

Kunjungan kerja orang nomor satu di Kabupaten Takalar ke negeri Tirai Bambu tersebut sontak menjadi sorotan karena dinilai abaikan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Dalam instruksinya, Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah untuk melakukan efisiensi anggaran, khususnya pada pos anggaran perjalanan dinas yang tidak perlu.

Hal ini dilakukan menyusul adanya upaya dari pemerintah pusat melakukan penghematan untuk mengantisipasi beban fiskal yang semakin berat karena peningkatan harga minyak dunia.

“Kalau dari dulu saya sudah menyampaikan untuk efisiensi kepala daerah dan saya akan menekankan lagi efisiensi terutama efisiensi anggaran ya,” kata Tito di Kantor Staf Presiden, Jakarta, dikutip dari cnbcindonesia.com/news, Kamis (26/3/2026).

Selain itu pemerintah juga akan menerapkan cara kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk menghemat konsumsi BBM. Meskipun mereka akan dipantau melalui sistem pengawasan kerja berbasis digital.

“Kalau dulu saya absen ada sistem namanya SIMPEG Sistem Administrasi Pegawai, jadi begitu untuk menjaga karyawan betul-betul WFH dia ada di rumah supaya gak lari kemana-mana yang nanti nambah BBM,” kata Tito.

“Dulu waktu Covid mereka wajib untuk handphone-nya on setelah itu mereka mendaftar, jam 7.30 mereka absen online dan handphone wajib on. Dari situ petugas piket bisa mengetahui lokasinya, GPS-nya dibuka, jadi lokasi ketahuan,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan belanja anggaran akan khususnya pada hal yang tidak produktif, demi menjaga defisit APBN.

Prasetyo menjelaskan bahwa anggaran fiskal itu dilakukan perhitungan dalam satu tahun. Pemerintah juga terus melakukan penyisiran anggaran untuk dihemat sejak tahun lalu, mulai dari perjalanan dinas ke luar negeri, hingga belanja yang bisa ditunda.

Saat ini, pemerintah masih melakukan penyisiran anggaran yang tidak produktif untuk dihemat, yang disebabkan dampak peningkatan eskalasi di Timur Tengah.

“Ini kita juga tidak menduga akan ada perang dan eskalasi. Tapi kami itu sering koordinasi dan berkumpul untuk melakukan proses tadi itu. Disisir ulang mana yang tidak produktif, mana yang bisa ditunda. Misalnya pembangunan gedung, yang sifatnya belum ada tidak mengganggu kinerja kementerian tuh kita tunda dulu. Itu ada masuk di dalam tempat kami, tempat saya dan tentu di Kementerian Keuangan,” jelas Prasetyo.

Dalam kesempatan itu, Prasetyo menegaskan bahwa tidak akan memangkas menggeser atau memangkas program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.

“Nggak dong (dipotong), kita lebih memilih untuk kurangi belanja-belanja yang tidak efektif lah atau kurang berdampak itu yang direalokasi agar program yang produktif, berdampak dan membantu meringankan beban masyarakat itu yang diutamakan,” tuturnya.

Kunjangan kerja Bupati Takalar Mohammad Firdaus keluar negeri itu dibenarkan oleh salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemkab Takalar.

Sumber menyebutkan kunjungan kerja Bupati Takalar Mohammad Firdaus ke negeri Tiongkok tersebut telah mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri.

“Kunjungannya beliau keluar negeri dalam rangka kepentingan masyarakat Takalar yakni akan mendatangkan investor ke Takalar,” kata sumber terpercaya saat dihubungi, Selasa (14/4/2026).

Bahkan sambung sumber rapat Paripurna di DPRD Takalar pun sementara waktu tertunda karena Bupati Takalar Mohammad Firdaus masih melakukan kunjungan kerja diluar negeri.

“Kemungkinan tanggal 20 beliau tiba di Takalar,” pungkas sumber internal di lingkup Pemkab Takalar. (*)