SDN 818 Bontowa Pangkep Memprihatinkan, Fasilitas Rusak Ancam Keselamatan Siswa

Avatar of IAN
SDN 818 Bontowa Pangkep Memprihatinkan, Fasilitas Rusak Ancam Keselamatan Siswa

PANGKEP, UPDATESULSEL.ID– Di tengah upaya pemerataan pendidikan yang terus digaungkan, kondisi SDN 818 Bontowa di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan justru menunjukkan realita yang berbanding terbalik. Sekolah dasar yang menjadi tumpuan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut kini menghadapi kerusakan fasilitas yang cukup serius.

Dari hasil pantauan di lapangan, sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan yang tidak bisa lagi dianggap ringan. Atap bangunan terlihat bocor dan rapuh, terutama saat hujan turun, sehingga mengganggu aktivitas belajar. Selain itu, dinding sekolah dipenuhi retakan, sementara lantai di beberapa bagian sudah mulai rusak.

Tak hanya itu, sarana pendukung seperti meja dan kursi banyak yang sudah tidak layak digunakan. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar menjadi tidak nyaman, bahkan berisiko bagi keselamatan siswa.

Kepala SDN 818 Bontowa, Mas’ati, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada instansi terkait. Namun hingga kini, belum ada penanganan serius yang dilakukan.

“Kami hanya mampu melakukan perbaikan seadanya. Saat hujan deras, beberapa kelas tidak bisa dipakai, sehingga siswa harus dipindahkan atau belajar dalam kondisi terbatas,” ujarnya.

Situasi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas pendidikan. Lingkungan belajar yang tidak kondusif dapat memengaruhi konsentrasi dan semangat belajar siswa dalam jangka panjang.

Di sisi lain, masyarakat sekitar mulai mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pemerataan pembangunan pendidikan. Mereka menilai masih adanya kesenjangan antara fasilitas sekolah di wilayah perkotaan dan daerah pinggiran.

Kondisi SDN 818 Bontowa juga menyoroti pentingnya pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Jika anggaran telah dialokasikan, masyarakat berharap penggunaannya benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar seperti perbaikan infrastruktur sekolah.

“Pendidikan adalah hak setiap anak. Jika fasilitasnya tidak layak, maka yang terancam bukan hanya proses belajar, tetapi juga masa depan generasi kita,” tegas Mas’ati.

Kini, perhatian publik mulai tertuju pada kondisi sekolah tersebut. Harapan pun muncul agar pemerintah Kabupaten Pangkep segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki fasilitas SDN 818 Bontowa, demi menjamin keamanan dan kenyamanan belajar para siswa.(*)