Daeng Manye Sibuk Klaim Keberhasilan Program, Warga Ramai Kritik: Indikatornya Dimana?

Avatar of IAN
Daeng Manye Sibuk Klaim Keberhasilan Program

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID – Masyarakat Takalar mulai meragukan Janji manis dari Bupati Terpilih Firdaus Daeng Manye. Mereka menganggap Daeng Manye hanya sibuk mengklaim keberhasilan sepihak program-programnya tanpa melihat aksi dan realisasi dimasyarakat.

Padahal sebelum terpilih, Daeng Manye berjanji manis dalam kampanyenya akan melakukan perbaikan imprastruktur sampai dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Namun setelah setahun berjalan fakta dan dampak yang dijanjikan tak jelas indikatornya.

Keraguan warga Butta panrannuangku itu dilampiaskan melalui medsos dan diskusi di grup-grup whatsapp di Takalar. berawal dari keluhan jalan rusak, nepotisme, dugaan korupsi, mutasi balas jasa dan balas dendam hingga pengangkatan P3K tanpa kejelasan masa depan. Semua ini menjadi indikator gagalnya janji dari mantan petinggi Telkom itu.

Berbagai pihak mulai berspekulasi jika adik dari saudara kandung mantan Kapolda Metro itu hanya sibuk sendiri mengejar citra dengan pemberitaan positif melalui Diskominfo Takalar serta keuntungan pribadi lewat program digital. Daeng manye’ dianggap hanya cari validasi cerita diatas kertas.

“Dibawah kepemimpinan Mohammad Firdaus Daeng Manye angka-angka terlihat membaik: ekonomi naik kemiskinan turun, pelayanan publik di klaim meningkat” Tulis Akun di Facebook grup Info Takalar.

Tetapi, berbeda dengan kondisi dilapangan, lanjutnya dalam tulisan dibranda. Masyarakat masih berkutat dengan kebutuhan harga, dan dampak program yang belum terasa. Kenaikan data dinilai tidak menyentuh kehidupan sehari-hari warga.

Tak sampai disitu, sorotan pun datang dari dugaan pengadaan tong sampah- pengadaan buku yang menyeret nama keluarga dekat bupati. Update terbaru juga dari perangkat desa dan P3K yang sampai saat ini belum mendapatkan hak-haknya. Informasi dan keluhan tersebut viral digrup-grup whatsapp, Facebook sampai portal media lokal Takalar.

Diketahui ribuan PPPK yang dilantik serentak oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, pada Kamis 18 Desember 2025 hingga memasuki bulan Maret masih terkatung-katung masa depannya, diangkat secara resmi dan diberi beban laiknya ASN tapi tak jelas hak penggajiannya.

Pengangkatan secara massal itu pun dianggap sekedar ambisi besar Daeng Manye mencari pengakuan masyarakat bukan mencarikan solusi bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi dengan gaji yang tak jelas.

Pemerintah Daerah Takalar tidak memikirkan nasib kami. Kami ini ada keluarga di rumah yang butuh makan, dan kami butuh gaji,” kata sejumlah PPPK yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Dibalik dinamika kontroversi ini Firdaus Daeng Manye seakan cuek. Ia lupa jika indikator dari keberhasilan pemerintah adalah kepercayaan, kesejahteraan dan rasa aman dari rakyat. Bukan rasa nyaman seperti karyawan perusahaan PT. Telkom yang pernah dipimpinnya.

Kakak dari Bupati Gowa, Husnia Talenra ini memilih tetap berdiri kokoh dibalik humasnya yang terus setia menyaring infomasi negatif. Sehingga Ia dengan percaya dirinya akan terus memuji dan menganggap semua program-programnya telah sukses menyetuh masyarakat Takalar. (*)