TAKALAR, UPDATESULSEL.ID – Kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Takalar menuai sorotan.
Sejumlah camat dan kepala desa (kades) di Kabupaten Takalar mengaku keberatan karena diduga ikut dibebani menyiapkan bahan makanan untuk kegiatan tersebut.
Acara buka puasa yang berlangsung pada Kamis (5/3/2026) itu dihadiri berbagai unsur, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda, camat, kepala desa, tokoh masyarakat hingga insan pers.
Namun di balik kegiatan yang dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi di bulan Ramadan tersebut, muncul keluhan dari beberapa camat dan kades.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka diminta berpartisipasi menyediakan berbagai kebutuhan konsumsi untuk acara buka puasa.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa kontribusi yang diminta berupa bahan makanan seperti telur, daging sapi, ayam, serta bumbu masakan dan kebutuhan dapur lainnya.
“Banyak yang membawa bahan makanan untuk kebutuhan buka puasa di Rujab,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Selain soal kontribusi bahan makanan, sejumlah tamu undangan juga dikabarkan tidak sempat menikmati hidangan buka puasa karena makanan yang tersedia lebih dulu habis.
Akibatnya, beberapa undangan memilih meninggalkan lokasi untuk mencari makanan di warung makan sekitar.
Kondisi ini dinilai menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama di rumah jabatan bupati.
Sejumlah pihak berharap kegiatan serupa ke depan dapat dipersiapkan lebih baik tanpa menimbulkan kesan membebani camat maupun kepala desa.
Padahal, buka puasa bersama sejatinya merupakan momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial selama bulan Ramadan.
Karena itu, diharapkan pelaksanaannya tetap mengedepankan semangat kebersamaan tanpa menimbulkan polemik di kalangan aparatur pemerintah daerah.








