Takalar Cepat! ASN P3K dan Absen Tiga Kali Sehari

Avatar of Redaksi
IMG 20260306 111158

Takalar, UPDATESULSEL.ID – Takalar Cepat hari ini seakan menjadi wajah masa depan yang jadi mimpi Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye. Tagline yang lahir setelah setahun memimpin itu dinilai sejalan dengan visi misi yang dijanjikannya.

Menurut Daeng Manye, Takalar butuh berubah dan berbenah cepat agar dapat menjadi kabupaten yang dikenal dan bersain dengan daerah-daerah lainnya. Mimpi yang indah meski butuh jalan terjal untuk tiba.

Namun, pasca setahun berjalan kepemimpinan dari Saudara kandung Komjen Fadil Imran itu semakin terasa berat bagi masyarakat Takalar. Mulai warga sudut desa atas jaminan kesehatan sampai ke kota dengan masalah sampah dan ‘Tong sampah’.

Terbaru keluhan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) P3K Takalar mulai banyak terdengar. Suara-suara berisik itu terdengar tapi tak berani diungkap didepan atasan. Sebuah ironi kehidupan bagi para aparatur yang gajinya belum jelas.

“Kita saat ini harus menggunakan tiga absen. Masuk pagi dimulai dari cek loh, spegnas dan ANITA. Ibarat minum obat kami dipaksa minum enam kali sehari” Ucap sumber ASN P3K yang takut namanya disebut.

Menurutnya ini adalah era paling berat bagi dia dan ASN lainnya di Takalar selama pergantian pemimpin, karena kata dia, program Absen tiga kali pagi dan tiga kali sore itu sangat melelahkan apalagi jika jaringan tak bersahabat.

“Inimi pemerintahan paling hebat! (ketusnyadengan nada mengejek) bayangkan kalau pas lagi kurang baik jaringan kita absen pulang, sudah pasti akan menunggu di kantor lagi sementara jarak rumah dengan kantor juga cukup jauh” Ucapnya

Tidak sampai disitu ia juga meluapkan unek-unek nya terkait hadirnya aplikasi absen baru yang diberi nama ANITA. Baginya, absen ini lebih rawan karena bisa mendeteksi lokasi keberadaan ASN dimanapun berada yang tentunya sangat mempersempit gerak dan pekerjaan ASN diluar

“Belum selesai Spegnas dan cek log, Ada lagi tambahan Aplikasi Absen Baru Anita. Ini lebih hebat karena mirip alat pelacak kepolisian, bisa mendeteksi keberadaan ASN P3K se Takalar” Katanya

Lebih lanjut ia menyatakan agar pemerintah lebih mengutamakan dulu kesejahteraan ASN P3K sebelum diberikan perlakuan yang begitu ketat. Jangan sampai pegawai di Takalar disamakan perusahaan yang bergaji besar sementara nilai penghasilan jauh dari cukup.(*)