Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman Meski Gejolak Timur Tengah, Harga Subsidi Dijamin Stabil

Avatar of IAN
IMG 20260305 WA01571 l Update Sulsel

JAKARTA, UPDATESULSEL.ID– Pemerintah memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap dalam kondisi aman meskipun dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu penutupan Selat Hormuz. Situasi tersebut dipastikan tidak mengganggu pasokan energi dalam negeri.

Melalui keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, pemerintah menjelaskan bahwa sekitar 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia memang berasal dari Timur Tengah. Namun, langkah antisipatif telah dilakukan dengan mengalihkan sebagian pasokan dari kawasan lain seperti Afrika, Australia, dan Amerika Serikat.

Langkah diversifikasi ini dilakukan agar operasional kilang di dalam negeri tetap berjalan optimal tanpa hambatan distribusi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pengalihan jalur impor telah dilakukan ke negara-negara yang tidak melalui Selat Hormuz.

“Kita sudah mengalihkan sumber pasokan ke Amerika atau ke negara-negara yang tidak melalui Selat Hormuz. Sementara BBM yang kita impor, yakni bensin, berasal dari Asia Tenggara, bukan dari Timur Tengah,” ujar Bahlil, Kamis (5/3).

Pemerintah juga memastikan bahwa impor bensin jenis RON 90, RON 92, RON 95, hingga RON 98 selama ini berasal dari kawasan Asia Tenggara, sehingga tidak terdampak langsung oleh situasi di Timur Tengah.

Sementara itu, untuk BBM jenis Solar, Indonesia disebut telah mencapai kemandirian produksi melalui kilang domestik dan tidak lagi bergantung pada impor.

Saat ini, cadangan BBM nasional berada pada level aman, yakni setara 23 hari kebutuhan. Pemerintah menegaskan bahwa stok selalu dijaga di atas 21 hari dan terus diperkuat tanpa menunggu hingga batas minimal.

Artinya, isu yang menyebutkan stok BBM akan habis dalam waktu sekitar 20 hari dipastikan tidak benar.

Pemerintah juga menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran kelangkaan energi, termasuk pasokan LPG.

“Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM menjelang Hari Raya Idul Fitri aman, termasuk LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan meski terjadi dinamika global,” tegas Bahlil.

Di tengah fluktuasi harga minyak dunia, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya.

“ Saya pastikan sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan,” tambahnya.

Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan peningkatan kapasitas cadangan BBM hingga setara tiga bulan kebutuhan nasional.

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) baru, dengan salah satu opsi lokasi strategis berada di wilayah Sumatera.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.