MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi melanda 17 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
Pelaksana Tugas Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung mulai 24 Februari hingga 1 Maret 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul peningkatan signifikan curah hujan di sejumlah wilayah.
Adapun daerah yang masuk dalam daftar peringatan dini meliputi, Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Kepulauan Selayar, Luwu Utara, Pinrang, Sidenreng Rappang, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
BMKG menjelaskan, hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya kombinasi sejumlah fenomena cuaca global dan regional seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, gelombang Rossby, serta konvergensi angin. Kondisi ini memperkuat pertumbuhan awan konvektif yang memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di berbagai wilayah Sulsel.
Wilayah pesisir barat dan selatan Sulawesi Selatan diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, khususnya di Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
Selain hujan deras, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di wilayah Sulsel bagian barat dan selatan. Kondisi ini berisiko menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur ringan.
Di sektor kelautan, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkep, Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kesiapsiagaan, termasuk memastikan fungsi drainase berjalan optimal, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemangkasan pohon rawan tumbang.
Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan, menghindari lokasi rawan bencana, serta rutin memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung hingga awal Maret, kewaspadaan dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.(Ikbal Nakku)







