Kapolres Takalar Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Merah Putih Gineung Pratidina

IMG 20260214 WA0107

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID– Suasana berbeda terasa di Lingkungan Kammi, Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sabtu (14/2/2026).

Di tengah terik matahari, Kapolres Takalar Supriadi Rahman memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih Gineung Pratidina Polres Takalar.

Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan jembatan yang digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan akses transportasi masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal, Wakapolres Takalar Kompol Alauddin Torki, para pejabat utama Polres, jajaran Kapolsek, personel kepolisian, serta tokoh masyarakat setempat.

Lebih dari Sekadar Seremoni
Peletakan batu pertama bukan sekadar agenda simbolik. Pembangunan Jembatan Merah Putih Gineung Pratidina diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan warga Lingkungan Kammi akan akses yang lebih aman dan layak, terutama dalam menunjang mobilitas harian serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Polres Takalar. Ia menilai langkah tersebut sebagai wujud nyata kepedulian institusi kepolisian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan konkret, DPRD Takalar menyatakan komitmennya untuk berkontribusi dengan menyumbangkan 100 sak semen guna mempercepat proses pembangunan.

Polri Hadir untuk Pembangunan
Pembangunan jembatan ini menjadi gambaran peran aktif kepolisian yang tidak hanya fokus pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi langsung dalam percepatan pembangunan infrastruktur daerah.

Kehadiran jembatan tersebut diyakini akan membuka akses yang lebih luas, memperlancar distribusi hasil usaha warga, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Pattallassang.

Kapolres Takalar Supriadi Rahman menegaskan bahwa proyek ini merupakan simbol pengabdian dan semangat gotong royong antara Polri dan masyarakat.

“Kami ingin kehadiran Polri dirasakan bukan hanya dalam penegakan hukum dan pelayanan keamanan, tetapi juga dalam kontribusi nyata terhadap kebutuhan dasar warga. Jembatan ini adalah simbol kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal proses pembangunan agar berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

“Semoga Jembatan Merah Putih Gineung Pratidina bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.

Dengan dimulainya pembangunan ini, harapan besar tumbuh dari warga Lingkungan Kammi. Jembatan tersebut diharapkan menjadi penghubung harapan baru menuju akses yang lebih baik dan kesejahteraan yang meningkat bagi masyarakat Takalar.(Saifuddin Gassing).