Kades Panaikang Gowa Soroti Pengurangan Dana Desa: Semangat Tak Surut, Tapi Pembangunan Bisa Tersendat

IMG 20260209 WA0114

GOWA,UPDATE SULSEL. ID– Kebijakan pengurangan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) menuai perhatian dari pemerintah desa. Kepala Desa Panaikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Ismail, menyampaikan sikap tegas namun tetap konstruktif atas kondisi tersebut.

Menurutnya, pemerintah desa tetap berdiri di garda terdepan dalam pelayanan masyarakat, meski ruang gerak kini terasa lebih sempit akibat berkurangnya anggaran.

“Kami tidak kehilangan semangat. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Tapi harus diakui, pengurangan ADD dan DD berpengaruh langsung pada program pembangunan yang sudah dirancang berdasarkan kebutuhan warga,” ujar Ismail.

Ia menilai desa memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan nasional. Karena itu, kebijakan fiskal yang menyentuh desa seharusnya mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan, beban kerja aparat desa, serta tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat.

Di satu sisi, desa didorong mempercepat pembangunan, mengurangi kemiskinan, memperkuat ekonomi masyarakat, hingga meningkatkan kualitas layanan. Namun di sisi lain, dukungan anggaran justru menyusut.

“Ini situasi yang perlu dikaji ulang secara serius. Target pembangunan tinggi, tapi dukungan dana berkurang. Tentu ini menjadi tantangan besar bagi desa,” tegasnya.

Ismail menekankan bahwa ADD dan DD bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran, melainkan instrumen utama untuk pemerataan pembangunan hingga ke tingkat paling bawah. Tanpa solusi alternatif yang jelas, ia khawatir perlambatan pembangunan desa bisa berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Meski begitu, Pemerintah Desa Panaikang memilih menyikapi kondisi ini sebagai tantangan, bukan alasan untuk berhenti bergerak. Upaya efisiensi, penguatan tata kelola, serta optimalisasi potensi lokal akan menjadi fokus utama.

“Kami ingin membuktikan desa tidak hanya bergantung pada dana. Pemberdayaan masyarakat, partisipasi warga, dan penguatan ekonomi lokal akan terus kami dorong. Gotong royong tetap jadi kekuatan utama,” jelas Ismail.

Ia juga mendorong adanya ruang dialog yang lebih terbuka antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat agar kebijakan anggaran benar-benar memperhatikan suara desa.

Menutup pernyataannya, Ismail memastikan komitmen pemerintah desa dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan pada masyarakat tetap menjadi prioritas, meski di tengah keterbatasan.

“Dengan kondisi apa pun, kami akan terus berjuang agar Desa Panaikang tetap maju dan masyarakat tidak dirugikan oleh kebijakan yang kurang sesuai dengan realitas desa,” pungkasnya.(Awaluddin Anwar)