Sosok Kapolres Gowa Buka Pintu Rujab untuk Rakyat, Empat Kali Buka Puasa hingga Borong Dagangan UMKM

Avatar of Redaksi
IMG 20260305 WA0010

GOWA, UPDATESULSEL.ID– Ramadan 2026 menjadi momen yang berbeda di Kabupaten Gowa. Di bawah kepemimpinan Muhammad Aldy Sulaiman, rumah jabatan Kapolres yang biasanya identik dengan agenda formal dan terbatas, justru berubah menjadi ruang silaturahmi terbuka bagi masyarakat.

Selama bulan suci ini, Kapolres Gowa tersebut tercatat empat kali menggelar buka puasa bersama di rumah jabatan yang berada di Jalan Syamsuddin Dg Tunru, Kecamatan Sombaopu. Setiap agenda menghadirkan segmen berbeda, mulai dari internal kepolisian hingga ribuan warga.

Lulusan Akpol 2006, Lahir di Medan
Perwira menengah Polri kelahiran Medan, September 1985 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian 2006. Ia resmi menjabat Kapolres Gowa sejak serah terima jabatan pada 9 April 2025.

Dikenal dengan sapaan MAS Brothers, Aldy dinilai memiliki gaya kepemimpinan humanis. Ia kerap membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat, termasuk kalangan muda yang akrab dengan aktivitas sosial dan berbagi.

Agenda buka puasa pertama dihadiri sekitar 150 perwira menengah, perwira pertama, pejabat utama, Kapolsek hingga Kanit se-Kabupaten Gowa.

Suasana awal berlangsung penuh kekeluargaan. Namun di tengah acara, Kapolres mendadak mengumumkan tes urine bagi seluruh peserta tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk komitmen internal dalam pemberantasan narkoba, sekaligus tindak lanjut instruksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo terkait pengawasan internal.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh personel, termasuk Kapolres dan Wakapolres, dinyatakan negatif narkoba. Acara pun berlanjut dengan suasana yang lebih solid dan penuh rasa tanggung jawab.

Pada agenda kedua, sekitar 600 orang memadati rumah jabatan. Jurnalis, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (Ormas), hingga komunitas ojek online hadir dalam suasana kebersamaan.

Sebelum berbuka, Kapolres bersama perwakilan elemen masyarakat turun langsung membagikan ratusan paket takjil di depan Istana Balla Lompoa kepada pengendara dan warga sekitar.

Momentum ini menjadi simbol sinergi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Gowa.

Buka puasa ketiga digelar bersama unsur Forkopimda Kabupaten Gowa. Pertemuan lintas institusi ini menjadi ajang mempererat koordinasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan.

Silaturahmi tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan situasi kondusif di daerah.

Puncak kegiatan terjadi pada buka puasa keempat. Sekitar 1.000 warga dari berbagai kalangan memadati rumah jabatan. Tokoh masyarakat, warga sekitar Polres Gowa, hingga anak-anak yatim turut hadir.

Di momen inilah sisi merakyat sang Kapolres semakin terlihat. Ia memborong dagangan pedagang kecil di sekitar lokasi—mulai dari tiga gerobak bakso, satu penjual bakso motor, ayam geprek, hingga pedagang nasi goreng.

Tak hanya itu, ia juga membagikan uang jajan kepada anak-anak tanpa membedakan latar belakang.

Salah satu warga, Irwan, mengaku baru pertama kali masuk ke rumah jabatan meski tinggal tak jauh dari Polres. Ia menilai langkah tersebut menciptakan kedekatan yang selama ini jarang dirasakan.

Empat kali buka puasa dengan segmen berbeda—internal perwira, elemen masyarakat, Forkopimda, hingga ribuan warga—menjadi gambaran pendekatan kepemimpinan yang inklusif.

Para kasat dan kanit pun diwajibkan hadir menyambut masyarakat sebagai bentuk pelayanan langsung dan upaya mendekatkan institusi kepolisian dengan warga.

Di tengah kesan eksklusif rumah jabatan pada umumnya, langkah Kapolres Gowa membuka pintu rujab untuk masyarakat menjadi simbol bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga meruntuhkan sekat antara aparat dan rakyat.(Id)