Sekda Jeneponto Buka Sosialisasi RUP 2026, Dorong Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa Desa

Avatar of I A N
IMG 20260210 WA0172 l Update Sulsel

JENEPONTO, UPDATE SULSEL. ID– Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan serta berpihak pada masyarakat. Hal itu ditandai dengan dibukanya Sosialisasi Rencana Umum Pengadaan (RUP) Barang dan Jasa Pemerintah dan Desa Tahun 2026 oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto, Maskur, SH, MH.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 10.00 Wita, bertempat di Aula Kantor Camat Kelara, dan dihadiri Kepala Bagian (Kabag) Barang dan Jasa, Camat Kelara, serta unsur pemerintah desa dan kelurahan se-Kecamatan Kelara.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Jeneponto menegaskan bahwa perencanaan pengadaan barang dan jasa bukan sekadar agenda administrasi, melainkan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, perencanaan yang baik akan berdampak langsung pada kualitas pembangunan di desa dan kelurahan. Mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat lokal.

“Pengadaan barang dan jasa harus dirancang secara matang, terbuka, dan tepat sasaran, karena tujuannya jelas: untuk kepentingan masyarakat Jeneponto agar semakin sejahtera dan bahagia,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah desa agar setiap program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan.

Sementara itu, Kabag Barang dan Jasa Setda Jeneponto, Paisal, menjelaskan bahwa sosialisasi ini juga bertujuan mengumpulkan data yang akurat terkait kebutuhan barang dan jasa di wilayah Kecamatan Kelara. Data tersebut menjadi dasar dalam menyusun perencanaan pengadaan yang efektif dan berdampak nyata.

“Kami ingin memastikan setiap proses pengadaan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat. Dengan begitu, pembangunan bisa lebih terarah dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pemerintah desa, kelurahan, dan tentu saja masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, kualitas tata kelola pengadaan barang dan jasa di Jeneponto semakin baik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta yang terdiri atas aparatur kecamatan, desa, dan kelurahan. Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan pengadaan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.(Ikbal Nakku)