PB HIPERMATA Soroti Pelaksanaan MBG di Bulan Ramadan, Minta Transparansi dan Pengawasan Ketat

IMG 20260224 WA0127

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah sejatinya menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda sebagai investasi masa depan bangsa. Di bulan suci Ramadan, program ini bahkan dinilai dapat menjadi ladang amal jika dijalankan secara optimal dan sesuai ketentuan.

Namun, sorotan datang dari Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (PB HIPERMATA). Organisasi tersebut menilai pelaksanaan MBG di sejumlah dapur di Kabupaten Takalar perlu mendapat perhatian serius, menyusul beredarnya keluhan di media sosial terkait isi paket makanan yang dibagikan kepada siswa.

Sekretaris Jenderal PB HIPERMATA, Rizal Sukarman, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima berbagai aduan masyarakat mengenai komposisi makanan yang dinilai tidak proporsional. Dalam sejumlah unggahan yang beredar, disebutkan paket MBG hanya berisi roti kecil, satu buah salak, beberapa butir kacang, serta satu butir telur, dengan menu yang relatif seragam di beberapa dapur.

“Kalau benar seperti yang beredar, tentu ini perlu dipertanyakan. Apakah komposisi tersebut sudah memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan? Bagaimana peran ahli gizi di setiap dapur dalam menentukan porsi, apalagi di bulan Ramadan yang memiliki kebutuhan asupan berbeda?” ujar Rizal.

PB HIPERMATA menegaskan, apabila dugaan adanya ketidaksesuaian anggaran atau bahkan indikasi markup harga terbukti, maka hal tersebut berpotensi melanggar ketentuan hukum, termasuk sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut Rizal, momentum Ramadan seharusnya menjadi refleksi bersama untuk memastikan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat berjalan dengan jujur dan penuh tanggung jawab.

“Jangan sampai ada yang menjadikan program mulia ini sebagai ajang mencari keuntungan pribadi. Di bulan yang penuh berkah, seharusnya semua berlomba-lomba menghadirkan manfaat, bukan sebaliknya,” tegasnya.

PB HIPERMATA pun mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di Takalar, termasuk memastikan transparansi anggaran, pengawasan distribusi, serta keterlibatan tenaga ahli gizi secara profesional.

Sorotan publik ini diharapkan menjadi bahan introspeksi bersama agar program MBG benar-benar menjadi solusi peningkatan gizi siswa, bukan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.(Hasyim)