Pagar Proyek Sekolah Rakyat di Takalar Roboh, Warga Soroti Kualitas Pekerjaan

Avatar of Redaksi
IMG 20260306 WA0039

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID – Proyek pembangunan pagar Sekolah Rakyat (SR) di Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rapunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dilaporkan roboh pada Kamis (5/3/2026). Peristiwa tersebut langsung memicu sorotan warga yang mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek tersebut.

Informasi mengenai ambruknya pagar pertama kali beredar dari warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan. Mereka menilai pekerjaan konstruksi pagar diduga tidak dikerjakan secara maksimal sehingga struktur bangunan tidak mampu bertahan lama.

Salah seorang warga setempat mengungkapkan, pagar tersebut diduga runtuh karena pondasi yang tidak cukup kuat untuk menopang konstruksi.

“Pagar proyek Sekolah Rakyat itu tiba-tiba roboh. Kami menduga pondasinya kurang kuat sehingga bangunannya tidak mampu bertahan,” ujar seorang warga, Jumat (6/3/2026).

Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh tokoh masyarakat di wilayah tersebut. Ia menilai penggunaan material serta pengawasan dalam pengerjaan proyek perlu mendapat perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurutnya, runtuhnya pagar tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pembangunan fasilitas lain yang masih dalam tahap pengerjaan.

“Kalau pagarnya saja sudah roboh, tentu masyarakat menjadi khawatir dengan kualitas bangunan utama nantinya. Pengawasan harus diperketat dan pihak kontraktor harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia menambahkan, insiden tersebut seharusnya menjadi peringatan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan agar memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai standar konstruksi yang berlaku.

“Beruntung yang roboh baru pagar. Bayangkan jika bangunan utama sudah berdiri lalu terjadi hal serupa. Itu tentu bisa sangat berbahaya,” tambahnya.

Diketahui, proyek Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang digagas pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Program ini memiliki nilai anggaran yang cukup besar dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan tujuan menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak bagi masyarakat.

Masyarakat berharap pembangunan proyek tersebut tetap berjalan sesuai rencana dengan memperhatikan kualitas konstruksi. Warga juga menegaskan akan terus mengawasi proses pembangunan agar fasilitas pendidikan yang dibangun benar-benar aman dan bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.(*)