Ekobis  

Kisah Sukses Peternak Ayam Kampung di Sulsel: Modal Tekun, Kini Raup Omzet Ratusan Juta dan Jadi ‘Millionaire’ Lokal

FB IMG 1767726595670

​MAROS, UPDATESULSEL.ID-Siapa sangka, berawal dari pemanfaatan lahan kosong di belakang rumah, seorang pemuda asal Sulawesi Selatan berhasil membuktikan bahwa beternak ayam kampung bisa menjadi tambang emas.

Daeng fuji (34), salah satu peternak inspiratif, kini sukses mengubah hidupnya menjadi seorang “millionaire” berkat ketekunannya mengelola ribuan ekor ayam kampung. ​Banyak orang menganggap remeh bisnis unggas ini karena pertumbuhan ayam kampung yang dinilai lambat.

Namun, dengan sentuhan teknologi dan manajemen yang tepat, Daeng Fuji berhasil mematahkan stigma tersebut.
​Inovasi dan Skala Bisnis
​Kunci kesuksesannya terletak pada peralihan dari metode tradisional ke metode Semi-Intensif.

Ia tidak lagi membiarkan ayamnya mencari makan sendiri, melainkan menggunakan bibit unggul jenis KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) yang bisa panen hanya dalam waktu 70 hari.

​”Dulu saya hanya punya 20 ekor. Sekarang populasi di kandang sudah mencapai 3.000 ekor. Kuncinya ada di kebersihan kandang dan pakan fermentasi untuk menekan biaya produksi hingga 30 persen,” ungkapnya saat ditemui tim Updatesulsel.id di area peternakannya, Rabu (07/01/2026).

​Pasar Sulsel yang Menjanjikan
​Permintaan ayam kampung di wilayah Sulawesi Selatan, terutama Makassar, Gowa, dan Maros, seolah tidak ada habisnya. Kebutuhan akan kuliner khas seperti Ayam Goreng Sulawesi dan pasokan untuk hotel-hotel berbintang menjadi saluran distribusi utama bagi para peternak.

​Dalam satu bulan, omzet yang dihasilkan bisa mencapai angka Rp50 juta hingga Rp100 juta. Setelah dipotong biaya operasional, keuntungan bersihnya masih sangat menggiurkan bagi skala usaha kerakyatan.

​Tips Menjadi Millionaire dari Ayam Kampung. ​Bagi warga Sulsel yang ingin mengikuti jejak sukses ini, Daeng Fuji membagikan tiga rahasia utama:

​Jangan Bergantung pada Pakan Pabrik: Olah pakan alternatif dari dedak padi dan jagung lokal.

​Vaksinasi Rutin: Jangan abai terhadap jadwal vaksin untuk mencegah kematian massal akibat virus.

​Bangun Jejaring: Masuk ke komunitas peternak untuk memantau harga pasar agar tidak dipermainkan tengkulak.

​Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kekayaan tidak harus datang dari pekerjaan kantoran. Dengan melihat peluang di sektor agribisnis lokal, siapapun warga Sulawesi Selatan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi miliarder dari kampung sendiri.(*)