TAKALAR, UPDATESULSEL.ID– Warga Dusun Jujukang, Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, dibuat resah oleh kondisi kabel listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terlihat mengendur dan melintang rendah hingga mendekati badan jalan.
Kabel yang membentang dari tiang listrik ke rumah warga itu dilaporkan turun dari posisi semestinya. Bahkan, sejumlah kendaraan bertinggi seperti truk disebut tak lagi bisa melintas karena khawatir tersangkut kabel. Sementara mobil jenis pickup masih dapat lewat, namun harus ekstra hati-hati.
Seorang warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa waktu dan telah dilaporkan kepada pihak terkait. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan di lapangan.
“Sudah pernah dilaporkan, tapi belum ada tindakan. Kalau malam hari lebih berbahaya karena kabel tidak terlalu terlihat,” ujarnya.
Kondisi ini dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Selain risiko kendaraan tersangkut, kabel yang terlalu rendah juga berisiko menimbulkan korsleting hingga kebakaran apabila terjadi gesekan atau tarikan mendadak.
Secara teknis, instalasi jaringan listrik dari tiang ke rumah pelanggan wajib memenuhi standar keselamatan, termasuk batas minimal ketinggian kabel agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Dalam regulasi ketenagalistrikan nasional, penyedia tenaga listrik berkewajiban memastikan seluruh jaringan distribusi dalam kondisi aman dan laik operasi.
Apabila ditemukan kelalaian pemeliharaan yang berpotensi membahayakan keselamatan publik, penyelenggara dapat dikenai sanksi administratif, mulai dari teguran tertulis hingga kewajiban perbaikan dan denda sesuai peraturan yang berlaku.
Warga Dusun Jujukang berharap PLN segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan menertibkan kabel yang kendur tersebut sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.
Mereka juga meminta adanya respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat, mengingat persoalan ini menyangkut keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PLN setempat belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.(Suhardiman DK)








