Jembatan Belokallong Macet Parah, Warga Minta Penanganan Serius BPJN Sulsel

IMG 20260204 WA0103

JENEPONTO, UPDATE SULSEL. ID— Aktivitas pagi warga Jeneponto sempat tersendat akibat kemacetan panjang di kawasan Jembatan Belokallong, Rabu pagi. Jalur nasional yang menjadi penghubung utama wilayah selatan Sulawesi Selatan itu mendadak lumpuh saat arus kendaraan memuncak di jam sibuk.

Kepadatan mulai terlihat sekitar pagi, dipicu sebuah truk bermuatan yang mengalami pecah ban tepat di badan jalan sebelum memasuki jembatan. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya volume kendaraan antarwilayah yang melintas setiap pagi.

Antrean kendaraan semakin mengular pada pukul 07.30 hingga 08.30 WITA, bertepatan dengan waktu masyarakat berangkat kerja dan anak-anak menuju sekolah.

Salah seorang pengguna jalan, Sunarto Adimaja, menilai kondisi jembatan sudah tidak sebanding dengan beban lalu lintas harian.

“Ini jalan nasional, akses utama ke wilayah selatan Sulsel. Jembatannya sempit, jadi kalau ada satu kendaraan bermasalah saja, langsung macet total,” ujarnya.

Menurutnya, kemacetan di pagi hari sangat merugikan warga. Banyak pengendara yang terpaksa menghabiskan waktu lebih lama di jalan dibanding biasanya.
“Jam-jam segini orang buru-buru kerja dan sekolah. Tapi malah terjebak macet panjang,” tambahnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan Keselamatan Dinas Perhubungan Jeneponto, Bimantara Wahyudi, SSTP, MM, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan petugas segera turun melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi.
“Kami terapkan sistem buka-tutup jalur untuk mengurai kepadatan. Puncak kemacetan terjadi antara pukul 07.30 sampai 08.30 WITA,” jelasnya.

Namun ia mengakui, keterbatasan lebar jembatan menjadi persoalan utama.

“Ruas di Belokallong praktis hanya efektif satu jalur. Jika ada kendaraan bermasalah di sekitar jembatan, arus pasti langsung tersendat,” ungkap Bimantara.

Kemacetan juga dipengaruhi kendaraan dari tiga arah sekaligus, yakni dari Taman Turatea, Jeneponto Lama, serta poros Lanto–Pasewang. Setelah pengaturan intensif oleh petugas, arus lalu lintas baru kembali normal sekitar pukul 11.30 WITA.

Sebelumnya, Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE, MM telah mengusulkan pembangunan jembatan kembar di Belokallong beserta pelebaran jalan nasional kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Selatan. Langkah tersebut dinilai mendesak mengingat jalur ini merupakan urat nadi distribusi barang dan mobilitas masyarakat di kawasan selatan Sulsel.

Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat melalui BPJN Sulsel agar segera dilakukan kajian teknis dan peningkatan kapasitas infrastruktur, demi kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan di masa mendatang.(Ikbal Nakku)