Jalan Poros Galesong Gelap Gulita, Warga Takalar Pertanyakan Realisasi Program “Takalar Terang”

Screenshot 20260202 1901502

TAKALAR, UPDATE SULSEL.ID – Kondisi memprihatinkan terlihat di sepanjang Jalan Poros Galesong, Kabupaten Takalar. Saat malam tiba, ruas jalan tersebut nyaris tanpa penerangan, memicu kekhawatiran warga terhadap potensi kecelakaan lalu lintas.

“Kalau gelap begini pasti rawan kecelakaan,” ujar Daeng Lawang, warga Takalar, Senin malam (02/02/2026).

Menurutnya, kondisi jalan yang minim pencahayaan sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua maupun pejalan kaki yang melintas pada malam hari. Ia menilai penerangan jalan umum (PJU) di wilayah tersebut belum memadai.

Ironisnya, Pemerintah Kabupaten Takalar sebelumnya telah meluncurkan program “Takalar Terang” yang digadang-gadang bertujuan menghadirkan pencahayaan merata hingga ke wilayah pelosok. Di pusat kota Takalar, program ini dinilai cukup berhasil karena suasana malam terlihat lebih terang dan tertata.

Namun, kondisi berbeda justru dirasakan warga di luar wilayah kota. Beberapa titik seperti Desa Tonasa dan sepanjang Jalan Poros Galesong disebut masih gelap gulita saat malam hari.

Hal serupa juga dikeluhkan warga Kelurahan Mardekaya, Kecamatan Pattallassang. Di wilayah ini memang telah terpasang lampu jalan baru pada 2025 lalu, namun cahayanya dinilai redup dan belum mampu menerangi badan jalan secara optimal.

“Lampunya ada, tapi terangnya tidak cukup untuk menerangi jalan raya,” keluh seorang warga setempat.

Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus mempercantik pencahayaan di pusat kota, tetapi juga memperhatikan wilayah pinggiran yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat.

Mereka juga mengingatkan kembali komitmen pasangan kepala daerah DM–HHY saat masa kampanye Pilkada lalu yang kerap mengusung visi menerangi seluruh wilayah Kabupaten Takalar.

Masyarakat kini menanti realisasi nyata agar program “Takalar Terang” benar-benar dirasakan merata, bukan hanya menjadi slogan, tetapi solusi demi keselamatan pengguna jalan.(Saifuddin Gassing).