TAKALAR – UPDATE SULSEL.ID
Seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Kabupaten Takalar, Firdawati Daeng Tarring (38), yang sebelumnya dikabarkan meninggalkan rumah tanpa kabar, kini diketahui berada di Nabire, Papua Tengah.
Informasi tersebut diperoleh pihak keluarga setelah Firdawati mengirimkan pesan suara kepada kerabatnya di Takalar. Dalam rekaman tersebut, ia menyampaikan agar dirinya tidak lagi dicari karena sudah berada di Nabire.
Firdawati diketahui merupakan warga Je’ne Mattallassa, Desa Kalelantang, Kecamatan Polobangkeng Selatan. Ia meninggalkan rumah sejak Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 09.00 Wita, setelah sebelumnya terjadi perselisihan rumah tangga dengan suaminya, Daeng Nyampo.
Menurut keterangan keluarga, kepergian Firdawati bermula saat ia dibonceng keponakannya menuju wilayah Palleko. Setelah tiba di jalan poros Palleko, ia kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan mobil pribadi menuju Makassar. Sejak saat itu, pihak keluarga sempat kehilangan kontak karena nomor teleponnya tidak aktif.
Belakangan, keluarga mengetahui Firdawati berada di Nabire bersama seorang pria berinisial DS, yang disebut merupakan warga Jeneponto. Informasi tersebut juga diperkuat oleh aktivitas media sosial yang bersangkutan.
Meski demikian, pihak keluarga menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini bukan pada persoalan pribadi, melainkan pengembalian uang dan perhiasan yang dibawa Firdawati saat pergi.
“Kami sudah tidak berharap dia kembali. Kami hanya berharap uang sekitar Rp60 juta dan perhiasan bisa dikembalikan, karena itu uang untuk biaya sekolah anak-anak dan hasil pesta keluarga,” ujar Daeng Nyampo, Selasa (21/1/2026).
Ia menambahkan, pihak keluarga masih bermusyawarah terkait kemungkinan menempuh jalur hukum apabila tidak ada itikad baik untuk mengembalikan harta tersebut.
Firdawati diketahui memiliki dua orang anak dari pernikahannya dengan Daeng Nyampo. Hingga kini, keluarga berharap ada penyelesaian secara baik-baik demi kepentingan anak-anak.
Sementara itu, kerabat Firdawati, Daeng Ni’ni, berharap yang bersangkutan dapat segera memberikan kejelasan dan bertanggung jawab atas barang yang dibawa.
“Kami berharap ada komunikasi yang baik. Anak-anaknya masih membutuhkan biaya sekolah. Semoga ada jalan terbaik,” ujarnya.
Pihak keluarga juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya dan menyerahkan proses selanjutnya kepada keluarga dan pihak berwenang jika diperlukan.(*)







