PANGKEP, UPDATE SULSEL.ID— Operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT milik PT Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros–Pangkep, memasuki hari kelima, Rabu (21/1/2026).
Sejak pukul 08.30 hingga 10.30 WITA, Tim SAR Gabungan terus melakukan serangkaian operasi udara dan darat di sekitar titik koordinat terakhir pesawat, yakni 04°57’08” LS – 119°42’54” BT. Namun, kondisi cuaca berkabut dan awan tebal di puncak gunung menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
Pada pagi hari, satu jenazah laki-laki yang sebelumnya telah melalui identifikasi awal di RSAU dr. Dody S. dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses Disaster Victim Identification (DVI). Tak berselang lama, pesawat Cessna Caravan 208 dan Helikopter Caracal H-2213 dikerahkan untuk mendukung pemantauan udara serta rencana penurunan personel di puncak Gunung Bulusaraung.
Namun, sekitar pukul 09.16 WITA, helikopter Caracal terpaksa kembali ke Baseops Lanud Sultan Hasanuddin akibat jarak pandang yang terbatas karena puncak gunung tertutup awan tebal. Upaya udara tetap dilanjutkan dengan sortie lanjutan menggunakan pesawat Cessna Caravan.
Sementara itu, 385 personel SAR Gabungan yang terbagi dalam lima tim bergerak menuju titik operasi pencarian. Posko SAR Terpadu sendiri ditempatkan di dua lokasi strategis, yakni Kantor Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, dan Kantor Camat Cenrana, Kabupaten Pangkep, dengan total ratusan personel dari unsur TNI, Polri, Basarnas, hingga media.
Hingga hari kelima, tercatat dua jenazah (satu laki-laki dan satu perempuan) telah dievakuasi dan berada di RS Bhayangkara Makassar untuk keperluan DVI. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Sulsel juga masih terus berlangsung dan direncanakan hingga enam sortie, guna membuka peluang cuaca lebih bersahabat bagi evakuasi udara.
Tim SAR menegaskan, evakuasi akan tetap diprioritaskan melalui SAR udara, namun apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, maka metode SAR darat akan menjadi alternatif utama demi keselamatan personel dan efektivitas operasi.(Wen)







