Diduga Bermuatan Kepentingan Pribadi, Aksi SAPMA PP di SPBU Kalampa Picu Polemik

IMG 20260215 WA0019

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID– Aksi unjuk rasa yang digelar Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Gowa di depan SPBU Kalampa, Jalan Poros Takalar, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Sabtu (14/2/2026), menuai sorotan warga. Demonstrasi tersebut dinilai sebagian pihak tidak sepenuhnya merepresentasikan aspirasi masyarakat, melainkan diduga berkaitan dengan persoalan pribadi.

Aksi berlangsung saat SPBU tengah beroperasi melayani pembelian BBM. Massa sempat membakar ban di area halaman SPBU, memicu kekhawatiran akan potensi kebakaran. Beruntung, karyawan bersama warga sekitar sigap memindahkan ban yang terbakar ke luar area pengisian untuk mencegah risiko lebih besar.

“Kami sempat panik karena SPBU sedang beroperasi. Ini sangat berbahaya. Untung cepat dipindahkan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar salah seorang karyawan, Minggu (15/2/2026).

Pihak SPBU menegaskan tidak ada tindakan premanisme dari internal mereka. Langkah memindahkan ban semata-mata dilakukan demi keselamatan bersama, mengingat lokasi pembakaran berada di dekat fasilitas penyimpanan dan distribusi BBM.

Dugaan Terkait Distribusi Solar
Belakangan, beredar informasi bahwa aksi tersebut berkaitan dengan distribusi BBM jenis solar. Disebutkan, salah satu pengurus SAPMA PP Gowa memiliki hubungan keluarga dengan pengusaha solar yang selama ini mengambil pasokan di SPBU Kalampa.

Menurut keterangan karyawan, pengusaha tersebut beberapa kali dinilai tidak mengikuti prosedur pengisian solar menggunakan jeriken serta diduga meminta pengisian di luar ketentuan. Karena dianggap melanggar aturan, pihak SPBU menghentikan pelayanan kepada yang bersangkutan.

“Kami melayani pengisian solar sesuai regulasi, wajib ada surat rekomendasi dari desa atau kelurahan serta barcode resmi. Semua konsumen diperlakukan sama,” tegas karyawan lainnya.

Sumber internal juga menyebutkan, sebelum aksi berlangsung, penanggung jawab SPBU menerima pesan bernada tekanan melalui WhatsApp. Isi pesan itu mengisyaratkan pengerahan massa dari Makassar bila persoalan tak segera diselesaikan.

Warga Soroti Motif Demonstrasi
Aksi tersebut memicu pertanyaan dari masyarakat sekitar. Seorang warga, Daeng Tangnga, menilai demonstrasi itu terkesan tidak menyentuh kepentingan umum.

“Kalau memang ini demi masyarakat, kenapa hanya satu SPBU yang didemo? Jangan sampai ada kepentingan lain di baliknya,” ujarnya.

Warga berharap persoalan distribusi BBM dapat diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai aturan dan dialog terbuka, tanpa aksi yang berpotensi membahayakan fasilitas umum serta keselamatan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SAPMA PP Gowa terkait dugaan tersebut.(Saifuddin Gassing).