Desa Banggae Takalar Tembus Top 2 Desa Digital Teraktif Nasional, Jadi Kebanggaan Sulsel

IMG 20260212 WA0095

TAKALAR, UPDATE SULSEL. ID— Awal tahun 2026 menjadi momen membanggakan bagi Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Salah satu desanya, Desa Banggae di Kecamatan Mangarabombang (Marbo), sukses mencatat prestasi tingkat nasional setelah dinobatkan sebagai peringkat kedua Top 10 Desa Digital Paling Aktif di Indonesia versi platform DIGIDES (Digital Desa).

Capaian ini bukan sekadar simbolik. Berdasarkan rekap aktivitas hingga September 2025, Desa Banggae membukukan skor tinggi 13.847 poin, menandakan intensitas dan konsistensi pemanfaatan sistem digital dalam tata kelola pemerintahan desa.

Prestasi tersebut menempatkan Desa Banggae sebagai salah satu pelopor transformasi digital desa di Sulawesi Selatan, bahkan di level nasional.

Pelayanan Publik Serba Digital
Penilaian DIGIDES diberikan atas keberhasilan desa dalam mengoptimalkan berbagai fitur digital, di antaranya, administrasi kependudukan berbasis sistem, transparansi penyaluran bantuan sosial
,pengelolaan pajak desa, integrasi siskeudes online, pemanfaatan WebGIS untuk pemetaan wilayah.

Digitalisasi ini membuat layanan publik menjadi lebih cepat, terbuka, dan akuntabel. Warga kini dapat mengakses berbagai layanan administrasi secara lebih efisien tanpa prosedur berbelit.

Camat Mangarabombang, Mappaturung, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap perangkat Desa Banggae. Menurutnya, capaian tersebut lahir dari kerja kolektif dan komitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Ini bukti keseriusan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi. Marbo adalah tim yang kompak, dan keberhasilan ini tidak lepas dari arahan serta dukungan Bupati Takalar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, selain Banggae, wilayah Marbo terus mendorong kemajuan desa lain, termasuk Desa Lakatong yang kini masuk kategori desa mandiri.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyebut prestasi ini sebagai “kado awal tahun” bagi masyarakat Takalar. Ia menilai Desa Banggae telah menunjukkan gambaran desa modern yang adaptif terhadap teknologi.

“Apa yang dilakukan Desa Banggae adalah wajah masa depan Kabupaten Takalar. Kita ingin pelayanan publik bisa diakses cepat, transparan, dan akuntabel hanya dari genggaman tangan,” tegasnya.

Daeng Manye, berharap keberhasilan ini menjadi pemicu bagi seluruh desa di Takalar agar tidak tertinggal dalam era digital.

DIGIDES sendiri merupakan platform teknologi yang mendukung transformasi tata kelola desa di Indonesia melalui sistem pemantauan berbasis dashboard real-time. Sistem ini membantu desa membangun ekosistem digital yang mandiri, transparan, dan efisien.

Capaian Desa Banggae diharapkan menjadi standar baru inovasi desa di Sulawesi Selatan dalam memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat.(*)