TAKALAR, UPDATESULSEL.ID– Polemik terkait kegiatan buka puasa bersama di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Takalar akhirnya mendapat klarifikasi.
Camat Mangarabombang, Mappaturung, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa akbar tersebut merupakan inisiatif para camat dan kepala desa, bukan permintaan dari Bupati Takalar.
Sebelumnya, kegiatan buka puasa yang digelar pada Kamis (5/3/2026) itu sempat menjadi sorotan setelah muncul informasi adanya camat dan kepala desa yang mengaku keberatan karena diduga diminta ikut menyiapkan konsumsi untuk acara tersebut.
Menanggapi hal itu, Mappaturung yang juga bertindak sebagai koordinator kegiatan menyampaikan bahwa seluruh persiapan konsumsi, termasuk takjil, merupakan kesepakatan bersama para camat dan kepala desa di Takalar.
“Takjil yang dibawa itu bukan permintaan Pak Bupati. Tidak ada arahan dari beliau. Itu murni inisiatif kami para camat bersama kepala desa untuk memeriahkan buka puasa bersama di rumah jabatan,” tegas Mappaturung saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Acara buka puasa tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda, camat, kepala desa, tokoh masyarakat hingga insan pers.
Meski bertujuan mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan, kegiatan tersebut sempat menuai keluhan dari sejumlah pihak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa camat dan kepala desa disebut berpartisipasi membawa berbagai bahan makanan untuk kebutuhan konsumsi buka puasa.
Kontribusi yang diberikan antara lain berupa telur, daging sapi, ayam, hingga bumbu masakan dan berbagai kebutuhan dapur lainnya.
“Banyak yang membawa bahan makanan untuk kebutuhan buka puasa di Rujab,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Selain persoalan kontribusi bahan makanan, beberapa tamu undangan juga dikabarkan tidak sempat menikmati hidangan berbuka karena makanan yang tersedia lebih cepat habis.
Akibatnya, sebagian tamu memilih meninggalkan lokasi untuk mencari makanan di warung sekitar.
Situasi ini menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama di lingkungan pemerintah daerah.
Sejumlah pihak berharap kegiatan serupa di masa mendatang dapat dipersiapkan lebih matang agar tidak menimbulkan kesan membebani camat maupun kepala desa.
Buka puasa bersama sejatinya menjadi momentum memperkuat kebersamaan, silaturahmi, serta kepedulian sosial selama bulan Ramadan.
Karena itu, pelaksanaannya diharapkan tetap mengedepankan semangat gotong royong tanpa menimbulkan polemik di kalangan aparatur pemerintah daerah.








