MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID– Kegiatan buka puasa bersama (bukber) yang digelar komunitas Lakasi Big Family (LBF) di Hotel Four Points, Makassar, Senin (9/3/2026), berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan.
Acara yang digelar di bulan suci Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Salah satu tokoh yang hadir, H. Fahlevi Yusuf, menilai kegiatan bukber tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertemuan rutin tahunan. Menurutnya, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan antarsesama serta membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kegiatan bukber yang diselenggarakan komunitas LBF seharusnya dimaknai sebagai ruang untuk mempererat hubungan persaudaraan sekaligus menumbuhkan kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitar.
“Bukber LBF bukan sekadar pertemuan biasa atau kegiatan seremonial. Yang terpenting adalah bagaimana momen ini mampu memperkuat silaturahmi dan membangun kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian,” ujar Fahlevi.
Menurutnya, di tengah dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks, ruang kebersamaan seperti buka puasa bersama memiliki peran penting dalam menjaga nilai kekeluargaan dan persaudaraan agar tetap hidup dalam masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa semangat kebersamaan yang lahir dari kegiatan tersebut harus diikuti dengan aksi nyata dalam bentuk kepedulian sosial. Ramadan, kata dia, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih empati, solidaritas, serta tanggung jawab sosial.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada momen pertemuan saja, tetapi juga melahirkan gerakan sosial yang nyata di tengah masyarakat,” tambahnya.
Fahlevi turut mengapresiasi kekompakan komunitas Lakasi Big Family yang konsisten menjaga tradisi silaturahmi di bulan Ramadan. Ia menilai kegiatan seperti ini mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan tidak hanya sebagai ajang berkumpul, tetapi juga menjadi wadah memperkuat solidaritas dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Silaturahmi adalah kekuatan sosial yang besar. Jika hubungan antarsesama terus dijaga dengan baik, maka akan lahir kebersamaan dan kepedulian yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia pun berharap kegiatan Bukber LBF dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum mempererat persaudaraan sekaligus memperluas gerakan sosial yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Semoga melalui kebersamaan ini, kita semakin memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjadikan Ramadan sebagai ruang memperbanyak kebaikan bagi sesama,” tutupnya.(*)







