GOWA, UPDATESULSEL.ID – Pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa atau Lapas Bollangi akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait aksi demonstrasi yang berujung kericuhan di depan area lapas pada Senin (25/05).
Dalam keterangan resminya kepada awak media, pihak lapas membantah adanya dugaan peredaran maupun masuknya narkoba ke dalam lapas sebagaimana yang disuarakan massa aksi.
“Kami tegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar dan tidak disertai data maupun bukti yang spesifik,” demikian keterangan resmi pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa yang diterima media.
Pihak lapas menjelaskan bahwa pengawasan terhadap warga binaan, pengunjung, maupun petugas dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.
Selain itu, sidak kamar hunian disebut rutin dilaksanakan sebagai langkah pencegahan masuknya narkoba dan barang terlarang lainnya ke dalam lingkungan lapas.
Terkait insiden kericuhan saat aksi berlangsung, pihak lapas menyebut demonstrasi awalnya berjalan di depan area kantor lapas. Namun situasi disebut berkembang menjadi tidak kondusif setelah adanya tindakan anarkis dari sejumlah peserta aksi.
Menurut pihak lapas, aksi tersebut diwarnai perusakan fasilitas kantor, pembakaran ban, pelemparan batu, hingga vandalisme. Menyikapi kondisi itu, pihak lapas kemudian berkoordinasi dengan aparat keamanan dari Polsek Bontomarannu dan Koramil 1409-03/Bontomarannu untuk melakukan pengamanan.
Dalam proses penertiban tersebut, aparat mengamankan delapan orang yang diduga menjadi provokator aksi. Dari hasil pemeriksaan, disebutkan pula ditemukan barang berbahaya berupa badik dan busur yang dibawa oleh peserta aksi. Selanjutnya, seluruh pihak yang diamankan diserahkan kepada kepolisian untuk proses lebih lanjut.
Menanggapi adanya dugaan tindakan represif terhadap massa demonstran, pihak lapas menegaskan bahwa langkah pengamanan dilakukan semata-mata untuk menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk melindungi fasilitas negara dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
‘Penanganan dilakukan bersama aparat penegak hukum sesuai prosedur yang berlaku di lapangan,”lanjut keterangan tersebut.
Pascainsiden, pihak Lapas Bollangi mengaku terus melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan bersama aparat kepolisian dan TNI guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Selain itu, pengawasan internal dan pelaksanaan sidak terhadap warga binaan juga disebut terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Sebelumnya, aksi demonstrasi di depan Lapas Bollangi sempat menjadi perhatian publik setelah muncul tudingan terkait dugaan peredaran narkoba di dalam lapas serta isu adanya tindakan kekerasan terhadap massa aksi. Peristiwa tersebut juga memicu beragam tanggapan masyarakat di media sosial. (*)







