MAKASSAR, UPDATESULSEL.ID – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Makassar berlangsung dalam pengawasan ketat aparat keamanan.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, turun langsung memantau jalannya aksi unjuk rasa buruh yang digelar serentak di sejumlah titik, Jumat (1/5/2026).
Pemantauan dilakukan dari Aula Biru Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel di Jalan AP Pettarani, Makassar, yang difungsikan sebagai pusat monitoring pergerakan massa. Dari lokasi tersebut, Kapolda memantau perkembangan situasi lapangan secara real time guna memastikan seluruh rangkaian aksi May Day 2026 berjalan aman dan tertib.
Dalam kegiatan itu, Kapolda didampingi Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Hartoyo, serta jajaran pejabat utama Polda Sulsel. Kehadiran pimpinan kepolisian secara langsung menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan selama peringatan May Day berlangsung.
Berdasarkan hasil pemantauan, ribuan buruh turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka di 13 titik aksi yang tersebar di Kota Makassar. Sejumlah lokasi menjadi pusat konsentrasi massa, di antaranya kawasan Fly Over dan kawasan industri Makassar (KIMA), yang sejak pagi dipadati peserta aksi.
Polda Sulsel kerahkan 2.181 Personel untuk Kawal Aksi May Day 2026 di Kota Makassar
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban, Polda Sulsel mengerahkan 2.181 personel gabungan yang disebar di berbagai titik strategis di wilayah hukum Polda Sulsel. Ribuan personel tersebut bertugas mengawal jalannya aksi agar tetap berlangsung damai, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.
Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan bahwa jajaran Polda Sulsel berkomitmen memberikan pengamanan maksimal dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk peringatan Hari Buruh Internasional (May Day 2026).
Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai, menjaga ketertiban umum, menghindari tindakan provokatif maupun anarkis, serta tetap menghormati hak pengguna jalan lainnya.
“Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman, sementara para buruh juga tetap dapat menyampaikan aspirasinya secara tertib,” tegasnya.
Dengan pengamanan ketat dan sinergi antara aparat serta elemen masyarakat, peringatan May Day 2026 di Sulawesi Selatan diharapkan berlangsung aman, damai, dan kondusif tanpa mengurangi esensi perjuangan kaum buruh.(*)









